Garuda Indonesia Rugi Rp 36 T, Inaca Bilang Begini

Tim detikcom - detikFinance
Sabtu, 17 Jul 2021 14:30 WIB
Pesawat Garuda Indonesia
Foto: Ahmad Masaul Khoiri/detikcom

Sebelumnya diketahui bahwa Garuda Indonesia telah melakukan berbagai langkah upaya untuk memperbaikan kinerja usahanya. Dan didasari oleh tren pertumbuhan sektor ekspor nasional menjadi momentum penting bagi maskapai ini untuk optimalisasi lini bisnis penunjang yang dijalankan Perusahaan di tengah tekanan kinerja usaha imbas pandemi Covid-19, terutama melalui lini bisnis kargo charter maupun berjadwal. Secara konsisten, Perusahaan berhasil mencatatkan pertumbuhan angkutan kargo yang semakin menjanjikan.

"Pada bulan Mei 2021 lalu, kami berhasil membukukan pertumbuhan angkutan kargo hingga 35%-dibandingkan periode yang sama pada tahun 2020 lalu. Dengan proyeksi pertumbuhan yang positif itu, Garuda Indonesia akan terus mengoptimalkan utilisasi armada bagi perluasan jaringan penerbangan kargo, khususnya guna menunjang aktivitas direct call komoditas ekspor unggulan dan UMKM dari berbagai wilayah Indonesia, salah satunya melalui pengoperasian dua armada passenger freighter yang kini melayani sejumlah penerbangan kargo domestik maupun internasional," kata Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra.

Ia mengakui bahwa lini bisnis kargo kini menjadi tumpuan pendapatan usaha Garuda Indonesia, di tengah penurunan trafik angkutan penumpang yang terjadi sejak tahun lalu dan berimbas terhadap perfoma kinerja finansial Perusahaan sepanjang tahun 2020. Melalui penyampaian laporan keuangan tahun buku 2020, Garuda Indonesia mencatatkan pendapatan usaha sebesar US$ 1,4 miliar yang ditunjang oleh pendapatan penerbangan berjadwal sebesar US$ 1,2 miliar, pendapatan penerbangan tidak berjadwal US$ 77 juta, dan lini pendapatan lainnya sebesar US$ 214 juta.

Ditengah tantangan kinerja finansial industri penerbangan ini, yang harus digaris bawahi bahwa hal tersebut merupakan realitas bisnis yang tidak dapat terhindarkan di tengah tekanan kinerja usaha, sebagai imbas kondisi pandemi, yang mengantarkan industri penerbangan dunia pada level terendah sepanjang sejarah.

"Dalam kondisi yang penuh tantangan ini, Garuda Indonesia memastikan komitmennya untuk senantiasa hadir memenuhi kebutuhan aksesibilitas layanan penerbangan masyarakat Indonesia melalui layanan penerbangan yang aman dan nyaman. Hal itu selaras dengan konsistensi penerapan protokol kesehatan di seluruh lini operasi Garuda Indonesia, yang turut mengantarkan kami menjadi salah satu maskapai penerbangan terbaik di Asia Tenggara dalam hal kualitas penerapan protokol kesehatan di seluruh aspek layanan," katanya.


(fdl/fdl)