Pelaku UMKM Diusulkan Dapat Prioritas Vaksinasi, Ini Alasannya

Aulia Damayanti - detikFinance
Senin, 19 Jul 2021 15:04 WIB
Antusiasme warga untuk mendapatkan vaksin COVID-19 di Trans Studio Mall Cibubur, Depok, Jawa Barat, terpantau sangat tinggi. Beginilah potret saat dari proses antre hingga vaksinasi.
Ilustrasi Vaksninasi (Foto: Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Vaksinasi diyakini bakal menjadi kunci pengentasan pandemi virus Corona yang pada akhirnya bisa mendorong pemulihan ekonomi yang sudah setahun lebih tertekan. Untuk itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan , Indonesia bisa melaksanakan vaksinasi hingga 2 juta dosis per hari.

Satgas COVID-19 melaporkan ada 2.415.382 dosis vaksin yang disuntikkan pada Rabu lalu. Berdasarkan data yang dipaparkan Satgas COVID-19, Rabu (14/7/2021), ada 1.994.826 dosis vaksin Corona yang disuntikkan ke penerima dosis pertama dan 420.556 dosis untuk vaksinasi kedua.

Dengan demikian, Total penduduk yang sudah mendapat vaksinasi Corona pertama berjumlah 38.909.433 orang dan penduduk yang sudah mendapat vaksinasi Corona kedua berjumlah 15.611.554 orang. Pemerintah sedikitnya 208.265.720 penduduk di seluruh Indonesia mendapat vaksin COVID.

Realisasi tersebut tentu tak dicapai begitu saja. Ada peran banyak pihak yang mendorong tercapainya realisasi vaksinasi nasional tersebut. Salah satunya seperti terselenggara berkat kerja sama DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) , Yayasan Sahabat Ryano dan didukung Polres Jakpus pada Jumat-Sabtu (16-17/7/2021).

Sedikitnya ada 7.500 dosis vaksin yang disuntikkan kepada warga usia 12 tahun ke atas. Program ini menyasar selain ke masyarakat umum juga penduduk jakarta yang berlatar pekerja kantoran dan pelaku UMKM.

Pelaku UMKM menjadi salah satu sasaran program vaksinasi kali ini. Wakil Ketua Umum DPP KNPI Ryano Panjaitan mengatakan, vaksinasi khususnya bagi para pelaku UMKM punya dampak penting bagi kelangsungan usaha mereka juga perekonomian nasional.

"Kami tentunya tetap menerima masyarakat umum yang hendak divaksin, namun kami juga sangat berharap banyak anggota masyarakat yang berlatar pekerja kantoran dan pelaku UMKM datang kerena mereka adalah motor perekonomian kita," jelas dia.

Vaksinasi, lanjut dia bisa jadi satu poin penting dalam menumbuhkan kepercayaan dari pelanggan dan rekan bisnis para pelaku UMKM yang bersangkutan.

"Selain penerapan prokes yang ketat, mereka juga harus menunjukkan sertifikat telah divaksin, agar pembeli juga merasa aman," imbuh ketua Yayasan Sahabat Ryano itu.

Sasaran peserta vaksin itu juga telah diusulkan kepada Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria di sela kunjungannya ke gerai vaksinasi gratis tersebut. Menetapkan UMKM sebagai salah satu sasaran program vaksinasi ini tentu bukan tanpa alasan.

"Mereka itu (pelaku UMKM) kan kelompok masyarakat yang mayoritas penghasilannya harian. Kalau tak bekerja/tak buka dagangan ya tak ada penghasilan. Mereka juga berhadapan dengan orang banyak. Buat mereka pekerjaannya adalah pekerjaan di sektor kritikal dan esensial," tegasnya.

Ryano melanjutkan, pihaknya juga berupaya memperluas jangkauan vaksinasi ke pelaku UMKM dengan memperkuat basis data. Ini penting dilakukan agar program vaksinasi yang dijalankan bisa tepat sasaran dan bisa menjangkau target masyarakat yang lebih luas.

"Agar sasaran vaksin ke pelaku UMKM dapat tercapai, ke depan kami akan mencoba meminta data dan informasi ke institusi terkait untuk dapat membangun data. Kalau perlu dan memungkinkan kami akan jemput bola dengan mobile vaccine ke para pelaku UMKM," tutup dia.

(dna/dna)