Malaysia Turunkan Harga Mobil

Malaysia Turunkan Harga Mobil

- detikFinance
Jumat, 24 Mar 2006 11:54 WIB
Malaysia - Harga mobil turun? Bukan mimpi, tapi sebuah kenyataan. Tapi sayang, kenyataan itu tak terjadi di Indonesia, melakukan di negeri Jiran, Malaysia.Harga-harga mobil di Malaysia akan mulai turun pada pekan depan menyusul keluarnya sejumlah kebijakan untuk meningkatkan sektor otomotif.Kebijakan itu antara lain pemangkasan pajak kendaraan dari 15 persen menjadi 5 persen, mengikuti 10 negara anggota ASEAN.Dengan ketentuan itu, maka harga mobil di Malaysia bakal turun, termasuk jenis completely knock down (CKD) atau yang dirakit di Malaysia.Namun untuk mobil jenis sports utility vehicles (SUV), kendaraan four wheel dan completely built up (CBU) kemungkinan harganya tetap.Dua perusahaan otomotif Malaysia yakni Proton dan Perusahaan Otomobil Kedua Sdn Bhd (Perodua) pun akan segera menurunkan harga mobilnya. Selain keduanya, jenis kendaraan penumpang yang kini dirakit di Malaysia adalah Toyota Vios, Honda City, Nissan Sentra, dan Atos."Tentu saja harga mobil Proton tidak bisa menghindari penurunan harga karena Proton harus memenuhi (ketentuan)," ujar PM Malaysia Abdullah Ahmad Badawi seperti dikutip dari AFP, Jumat (24/3/2006).Penurunan pajak ini akan diterapkan hingga awal Januari 2008 dalam rangka menjadikan Malaysia sebagai pusat eksportir otomotif regional. "Langkah ini akan membuat industri lebih dinamis," tegas Badawi."Kita sekarang masuk ke pasar asing dan negara lain. Kita tidak hanya sekadar mengikat Proton ke Malaysia. Proton harus tumbuh besar, Proton harus kompetitif dan manajemen sekarang sudah mengetahuinya," ujar Badawi.Proton dalam beberapa tahun terakhir memang terus didera penurunan penjualan. Pangsa pasarnya terus turun menjadi hanya 41 persen pada tahun 2005, dibandingkan 60 persen pada tahun 2002.Proton pun menyalahkan murahnya harga mobil impor atas penurunan panga pasarnya. Namun Proton tetap berharap pangsa pasar domestiknya baik menjadi 45,8 persen hingga Maret 2007.Namun keputusan pemerintah Malaysia ini dikhawatirkan akan memberi dampak yang negatif dalam jangka pendek. "Jika harga turun, maka berarti marjin semakin tipis. Dan saya tidak berpikir bahwa pangsa pasar Proton akan meningkat dalam sekejap hanya karena harga mobil turun," ujar seorang analis otomotif dari SBB.Proton disarankan untuk mengeluarkan dana lebih banyak untuk riset dan pengembangan dalam rangka memperbaiki kualitas mobil buatannya. Namun langkah ini diakui akan mengurangi marjin keuntungan Proton. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads