Setengah Babak 2021, APBN Cetak Tekor Rp 283 T

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Rabu, 21 Jul 2021 17:40 WIB
Petugas Cash Center BNI menyusun tumpukan uang rupiah untuk didistribusikan ke berbagai bank di seluruh Indonesia dalam memenuhi kebutuhan uang tunai jelang Natal dan Tahun Baru. Kepala Kantor perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua mengungkapkan jumlah transaksi penarikan uang tunai sudah mulai meningkat dibanding bulan sebelumnya yang bisa mencapai penarikan sekitar Rp1 triliun. Sedangkan untuk Natal dan tahun baru ini secara khusus mereka menyiapkan Rp3 triliun walaupun sempat diprediksi kebutuhannya menyentuh sekitar Rp3,5 triliun. (FOTO: Rachman Haryanto/detikcom)
Setengah Babak 2021, APBN Cetak Tekor Rp 283 T
Jakarta -

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat defisit alias tekor APBN hingga semester I-2021 atau periode Januari-Juni mencapai Rp 283,2 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pendapatan negara pada semester I Januari-Juni mengalami kenaikan 9,1%. Pertumbuhan ini dinilai cukup baik.

"Kita sudah (mendapat) penerimaan Rp 88,69 triliun atau 50,9% dari target APBN tahun 2021 Rp 1.743,6 triliun," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers, Rabu (21/7/2021).

Sedangkan, dari sisi belanja negara juga ikut tumbuh 9,4%. Anggaran belanja yang sudah digunakan mencapai Rp 1.170 triliun.

"Kita sudah belanja Rp 1.170 triliun dari Rp 2.705 triliun yang dianggarkan atau 42,5 % dari total belanja," jelasnya.

Dari situ, maka defisit dalam periode Januari-Juni atau semester I-2021 mencapai Rp 283,2 triliun.

"Hingga semester I januari-juni kita defisit 283,2 triliun. Tahun ini sesuai UU APBN total defisit Rp 1.006,4 triliun atau 0,7% dari PDB. Realisasinya 1,72% dari PDB. Pembiayaan yang direalisir ini masih punya Silpa Rp 135,9 triliun," jelasnya.

(kil/fdl)