Tips Raup Cuan Lewat Bisnis 'Paket Isoman' Selama Pandemi

Siti Fatimah - detikFinance
Kamis, 22 Jul 2021 08:00 WIB
Jakarta -

Pandemi COVID-19 jelas memberi dampak pada berbagai sektor kehidupan termasuk dunia usaha dan perekonomian. Namun, di sisi lain sebagian orang memanfaatkan momen tersebut dalam menjalankan bisnis baru, yaitu penyediaan 'paket isoman'.

Dengan memanfaatkan teknologi, tren bisnis baru ini tiba-tiba memenuhi lapak online dari mulai paket isoman catering, vitamin, alat kesehatan seperti masker, oxymeter dan kebutuhan sehari-hari lainnya.

Founder sekaligus CEO Markplus Inc Hermawan Kartajaya berbagi tips bisnis bagi para pelaku usaha yang berminat terjun di tengah tren bisnis 'paket isoman'. Dia mengatakan, ada dua bidang yang harus dikuasai yaitu entrepreneur dan marketing.

Berikut beberapa tips untuk memulai bisnis baru 'paket isoman' selama pandemi:

1. Lihat Peluang dan Risiko

Hermawan mengatakan, saat memulai bisnis paket isoman, para pelaku usaha cenderung belum menghadapi risiko. Agar bisnis baru dapat bertahan lama, penting untuk mulai memahami faktor risiko keberlangsungan bisnis.

"Kalau entrepreneur itu ada opportunity seeking, risk taking dan network collaboration. Jadi kecenderungannya itu opportunity seeking, jadi sekarang ini yang tahu-tahu bisnis isoman itu pasti sepertiga punya jiwa entrepreneur dan tidak akan langgeng kalau tidak ada pengambilan risiko. Sekarang ini kan boleh dikatakan tidak perlu mengambil risiko. Tapi nanti saat demand itu mengecil, bisa hilang akan isoman ini itu akan mulai risk taking ini penting," kata Hermawan dalam d'Mentor, Rabu (21/7/2021).

2. Berkolaborasi

Sebagai bisnis baru, perlu dilakukan masa pengenalan kepada konsumen. Hermawan menilai, kolaborasi dengan brand lain dapat memperkuat bisnis untuk tetap berjalan.

"Penting selalu kerja sama dengan orang lain karena ini kan bisnis baru, dulunya orang nggak ngerti paket isoman dan nggak bisa dikerjakan sendiri. Mesti ada orang yang ahli di bidang kesehatan otomatis harus bekerja sama," jelasnya.

3. Buat Brand yang Kuat

Demi keberlangsungan bisnis 'paket isoman' selama pandemi, pelaku usaha perlu membuat brand yang kuat dan dikenal oleh konsumen. Cara membuat brand agar dapat bertahan lama yaitu dengan memperlihatkan diferensiasi (pembeda) antara bisnis Anda dengan kompetitor.

"Kalau kita punya keunikan yang bisa lebih dihargai oleh konsumen otomatis nanti harganya bisa lebih bagus. Yang paling susah bikin brand ini, bagaimana akhirnya brand kita lebih menonjol ketika sudah banyak pesaing," ujar Hermawan.

4. Yakinkan Diri di Bidang Bisnis

Hermawan mengatakan, bahaya jika seseorang tertarik untuk berbisnis hanya karena keinginan semata tanpa membuat konsep dan menilai kemampuan diri sendiri. Menurutnya, berbisnis membutuhkan effort (usaha) yang lebih agar dapat terus dijalankan dan dikembangkan.

"Bisnis itu penjiwaan, saat sudah masuk apakah betul kesehatan ini bidang bisnis Anda yang didalami. Kalau tidak berani sama risiko lebih baik dilepas saja," tuturnya.

"Makanya kalau orang mau masuk bisnis baru harus dihayati benar, kalau orang mengerti bisnis dia akan bertahan cari peluang dengan ide baru, coba cari partner baru sampai dia mendapat kesempatan baru lagi," tandasnya.

(fdl/fdl)