Jeff Bezos dan Richard Branson ke Luar Angkasa, Selanjutnya Apa?

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Kamis, 22 Jul 2021 10:49 WIB
Blue Origin Jeff Bezos
Foto: AP
Jakarta -

Salah satu orang terkaya di dunia, Jeff Bezos telah melakukan perjalanan ke luar angkasa menggunakan roket New Shepard pada Selasa (20/7) kemarin. Dia mengangkasa ditemani oleh saudaranya Mark Bezos, Wally Funk, dan Oliver Daemen.

Sedangkan sebelum Bezos, miliarder asal Inggris Sir Richard Branson telah terlebih dahulu melakukan penerbangan ke luar angkasa pada Minggu (11/7) kemarin. Menggunakan pesawat ruang angkasa VSS Unity, Branson bersama dua pilot dan tiga karyawan Virgin Galantik mengudara di atas langit New Mexico hingga sampai ke orbital bumi.

Tapi dikatakan bahwa semua itu masih jauh dari apa yang direncanakan oleh para miliarder ini tentang penerbangan luar angkasa milik mereka. Lalu seperti apa sih ambisi sesungguhnya dari para miliarder ini?

Melansir dari CNN, Kamis (22/7/2021), misi pariwisata suborbital Blue Origin milik Jeff Bezos ini hanyalah jembatan menuju ambisinya yang lebih besar. Dalam pandangannya, krisis pasokan energi yang ada saat ini hanya dapat diselesaikan dengan memanfaatkan sumber daya luar angkasa.

"Kita benar-benar harus memindahkan industri berat dan industri yang berpolusi seperti energi dan produksi microchip keluar dari Bumi," jelas Bezos

Bezos juga sebelumnya mengatakan bahwa dia berharap jutaan orang suatu hari nanti akan tinggal dan bekerja di luar angkasa, mungkin di dalam stasiun luar angkasa besar yang berputar seperti yang diusulkan oleh fisikawan Princeton Gerard O'Neill pada 1970-an.

Meski demikian dia beranggapan bahwa hal ini belum akan tercapai selama masa hidupnya. Namun dia membayangkan kalau Blue Origin akan menciptakan teknologi baru yang mulai membuka jalan ke sana.

"Itu tidak akan dilakukan seumur hidup saya," kata Jeff Bezos.

Lanjut ke halaman berikutnya.

Sementara itu, tidak seperti Bezos yang memiliki ambisi besar atas Blue Origin miliknya, Branson hanya berharap agar teknologi pesawat luar angkasanya yang terbang tinggi dapat dijadikan sebagai bisnis perjalanan hipersonik. Dia hanya berharap agar Virgin Galantic miliknya dapat mengangkut penumpang di seluruh dunia dalam waktu yang lebih singkat daripada yang dibutuhkan pesawat komersial yang lebih tradisional.

Lalu tidak ketinggalan, di sisi lain masih ada miliarder Elon Musk dengan perusahaan SpaceX miliknya. Berbeda dengan Bezos dan Branson, Musk dan SpaceX miliknya belum melakukan penerbangan perdana mereka ke luar angkasa.

Musk dan SpaceX kedepannya juga berencana untuk melakukan penerbangan ke luar angkasa meski masih belum diketahui kapan. Meski demikian SpaceX sudah membangun dan menguji roket raksasa yang dia bayangkan akan membawa manusia pertama ke Mars dan memberi umat manusia sarana untuk membangun pemukiman permanen di sana.

(fdl/fdl)