Tips Peluang Usaha 'Paket Isoman' Selama Pandemi

Siti Fatimah - detikFinance
Jumat, 23 Jul 2021 06:00 WIB
Jakarta -

Di tengah lonjakan kasus COVID-19 banyak sektor usaha terdampak. Di sisi lain, ada juga yang melihat kondisi tersebut sebagai peluang untuk menjalankan bisnis baru, contohnya jasa penyedia 'paket isoman'.

Saat ini banyak orang yang menawarkan jasa 'paket isoman' di e-commerce. Produk yang dijajakan bervariasi seperti paket obat-obatan dan vitamin, paket catering makanan, paket sembako dan kebutuhan lainnya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang sedang melakukan isolasi mandiri.

Berikut beberapa tips yang dibagikan oleh Founder sekaligus CEO Markplus Inc Hermawan Kartajaya dalam program d'Mentor, Rabu (21/7/2021):

1. Tumbuhkan Jiwa Pebisnis

Hermawan mengatakan, pelaku usaha harus menjiwai bidang bisnis yang dilakoni. Menurutnya bahaya jika seseorang tertarik untuk berbinis namun hanya mengikuti tren saja tanpa melihat kemampuan diri sendiri.

"Bisnis itu penjiwaan, saat sudah masuk apakah betul kesehatan ini bidang bisnis Anda yang didalami. Kalau tidak berani sama risiko lebih baik dilepas saja," ujar Hermawan.

"Makanya kalau orang mau masuk bisnis baru harus dihayati benar, kalau orang mengerti bisnis dia akan bertahan cari peluang dengan ide baru, cari partner baru sampai dia mendapat kesempatan baru lagi," sambungnya.

2. Perhatikan Peluang dan Risiko

Untuk bisnis 'paket isoman' ini, para pelaku usaha cenderung belum menghadapi risiko karena jumlah demand (permintaan) masih stabil. Dia mengatakan, usaha 'paket isoman' saat ini memiliki peluang yang besar namun harus diiringi dengan pemahaman risiko.

"Kalau entrepreneur itu ada opportunity seeking, risk taking dan network collaboration. Jadi kecenderungannya itu opportunity seeking, jadi sekarang ini yang tahu-tahu bisnis isoman itu pasti sepertiga punya jiwa entrepreneur dan tidak akan langgeng kalau tidak ada pengambilan risiko. Sekarang ini kan boleh dikatakan tidak perlu mengambil risiko. Tapi nanti saat demand itu mengecil, bisa hilang akan isoman ini itu akan mulai risk taking ini penting," jelasnya.

3. Siap Berkolaborasi

'Paket Isoman' bisa dikatakan sebagai bisnis baru, para pelaku usaha harus memperkenalkan produk secara baik kepada konsumen. Hermawan menilai, kolaborasi dengan brand lain penting dilakukan tak hanya untuk memperkenalkan produk tetapi juga memperkuat bisnis agar tetap berjalan.

"Penting selalu kerja sama dengan orang lain karena ini kan bisnis baru, dulunya orang nggak ngerti paket isoman dan nggak bisa dikerjakan sendiri. Mesti ada orang yang ahli di bidang kesehatan otomatis harus bekerja sama," ujarnya.

4. Buat Brand yang Kuat

Demi keberlangsungan bisnis 'paket isoman' selama pandemi, pelaku usaha perlu membuat brand yang kuat dan dikenal oleh konsumen. Cara membuat brand agar dapat bertahan lama yaitu dengan memperlihatkan diferensiasi (pembeda) antara bisnis Anda dengan kompetitor.

Di sinilah jiwa kreatif pebisnis dibutuhkan, dari mulai konten, konteks dan infrastruktur perlu dipersiapkan. Buat produk 'paket isoman' semenarik mungkin agar dapat dikenali konsumen.

"Kalau kita punya keunikan yang bisa lebih dihargai oleh konsumen otomatis nanti harganya bisa lebih bagus. Yang paling susah bikin brand ini, bagaimana akhirnya brand kita lebih menonjol ketika sudah banyak pesaing," tandasnya.

(fdl/fdl)