Pengusaha Kecam Seruan Demo 'Jokowi End Game' di Tengah PPKM

Siti Fatimah - detikFinance
Sabtu, 24 Jul 2021 09:23 WIB
Presiden Jokowi (YouTube Sekretariat Presiden)
Foto: Biro Pers - Sekretariat Presiden
Jakarta -

Seruan aksi demonstrasi 'Jokowi End Game' dikabarkan akan terjadi hari ini, Sabtu (24/7/2021). Dalam seruan yang beredar di media sosial, aksi turun ke jalan tersebut akan digelar di depan Istana Presiden, Jakarta.

Kalangan pengusaha menilai adanya demo semakin meningkatkan penyebaran virus COVID-19 dan ujung-ujungnya akan memperlambat pemulihan ekonomi.

Ketua Umum Asosiasi Persatuan Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja mengatakan, di kondisi seperti ini seharusnya mengurangi potensi penularan dengan tidak berkerumun dan menjaga jarak. Kedua unsur tersebut otomatis dilanggar saat demo terjadi.

"Jika ketentuan dasar tersebut dilanggar maka tentunya akan berisiko terhadap faktor kesehatan masyarakat yang pada akhirnya tentu akan berpengaruh terhadap perekonomian. Penanganan wabah COVID-19 menjadi semakin berkepanjangan," kata Alphonzus saat dihubungi detikcom, Sabtu (24/7/2021).

Dia mengatakan, penanganan wabah yang berkepanjangan tentu akan semakin mempersulit pemulihan ekonomi. Seperti diketahui, saat PPKM Darurat untuk pusat perbelanjaan harus ditutup sementara. "Kalau penanganan wabah COVID-19 berkepanjangan maka tentunya pemulihan ekonomi pun menjadi semakin sulit," ujarnya.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani juga menanggapi soal seruan demo 'Jokowi End Game'. Menurutnya, meski situasi sedang sulit namun masyarakat harus cerdas dalam bertindak termasuk dalam aksi demo yang berpotensi pada penularan COVID-19.

"Ya orang nggak mikir itu, situasi kaya gini penularannya luar biasa, itu nggak make sense banget. Orang itu akan berdemo musti cerdas juga, harus mikirin juga konsekuensinya apa? Ini kan membahayakan dirinya sendiri," kata Hariyadi.

Dia menjelaskan, penanganan pandemi tak bisa dilakukan oleh pemerintah saja. Saat ini, kata dia, pemerintah bahkan sudah kewalahan dengan kondisi vaksinasi dan penyaluran obat.

"Kita harus bantu, jangan cuman ribut komplen aja, kita harus mengambil peran. Contohnya kalau kami di sektor pelaku usahanya, kita bantu vaksinasi, menyiapkan oksigen, melancarkan distribusi obat, bahkan beberapa temen membangun rumah sakit darurat. Kalau masyarakat perannya paling tidak menjaga dirinya sendiri jangan sampai dia kena," imbuhnya.

Secara pribadi, dia menilai, seruan aksi demo kali ini berbeda dengan yang terjadi belakangan di Bandung dan Jawa Timur. Menurutnya, demo tersebut lebih banyak intrik politiknya ketimbang mempersoalkan kondisi yang terjadi saat ini.

"Kalau melihat demo ini kan sebetulnya memikirkan hal yang sama tentang PPKM. Nah tapi kalau udah terus end game menurut saya sih lebih banyak politiknya ya," tandasnya.

Senada, Ketua Umum DPD HIPPI DKI Jakarta, Sarman Simanjorang juga merespons ajakan demo 'Jokowi End Game'. Menurutnya hal itu akan menganggu aktivitas ekonomi. Bahkan demo akan berdampak pada sentimen pasar dan tingkat kepercayaan konsumen.

"Hanya jika tetap ada demo yang kita khawatirkan sentimen pasar negatif dan tingkat kepercayaan pasar bisa menurun karena semakin memperpanjang ketidakpastian dan keseriusan kita memerangi COVID-19. Kami sangat berharap agar adanya kelompok yang ingin melakukan aksi demo untuk memberhentikan dan menunda rencana tersebut untuk kepentingan kita bersama," kata Sarman.

Lihat Video: Ada Ajakan Aksi 'Jokowi End Game', Ini Imbauan Mahfud Md

[Gambas:Video 20detik]



(hns/hns)