Kadin Indonesia Belum Punya Susunan Pengurus, Kapan Dibentuknya?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Sabtu, 24 Jul 2021 17:30 WIB
Arsjad Rasjid resmi ditetapkan menjadi Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia Periode 2021-2026 melalui Musyawarah Nasional (Munas) ke-VIII, di Hotel Claro, Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis (1/7/2021)
Foto: Agus/KADIN
Jakarta -

Arsjad Rasjid telah terpilih menjadi Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia melalui Musyawarah Nasional (Munas) ke VIII. Laporan Munas tersbeut sudah selesai ditandatangani oleh para panitia.

Kadin sebagai wadah perkumpulan pengusaha ini berupaya untuk membantu pemerintah menanggulangi permasalahan pandemi COVID-19. Selain itu Kadin juga mendorong program vaksinasi Gotong Royong yang bertujuan untuk mencapai target vaksinasi nasional tanpa membebani APBN.

"Kadin juga membantu menyelesaikan permasalahan kelangkaan tabung oksigen, dan kita juga ikut membangun pusat-pusat pengisian oksigen untuk masyarakat yang membutuhkan," kata Arsjad dalam keterangannya, Sabtu (24/7/2021).

Dia mengatakan Kadin juga harus membantu pemerintah dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Hal ini karena, masalah kesehatan dan masalah ekonomi adalah dua hal yang harus bisa diselesaikan secara bersamaan.

Arsjad mengapresiasi semua pihak yang telah membantu suksesnya penyelenggaraan munas. Ia menekankan, bahwa munas di Kendari menunjukkan bahwa para pengusaha bisa melaksanakan proses demokrasi dengan baik, dan hal itu menjadi modal untuk Kadin Indonesia agar lebih baik lagi.

"Saya juga ingin menegaskan, bahwa Kadin adalah rumah bagi semua pihak. Rumah bagi para pengusaha dari berbagai macam latar belakang. Tidak ada kelompok atau kubu-kubuan di Kadin, semuanya adalah satu," tambah dia.

Ketua Penyelenggara Munas Kadin Adisatrya Sulisto, mengatakan penandatanganan ini adalah bagian dari tata tertib organisasi yang harus dilakukan.

"Kalau dari saya tentunya sebagai ketua penyelenggara menyampaikan laporan munas ke delapan Kadin, dan dari teman-teman pimpinan sidang, menyampaikan hasil persidangan, karena ini semua bagian penting dari munas," ujar dia.

Ia mengatakan bahwa ke depannya, Ketua Umum baru Kadin Indonesia bisa menyusun kepengurusan. Hal tersebut menurutnya juga sudah ia sampaikan langsung ke Arsjad Rasjid, dan sudah disepakati menjadi prioritas tugas ketua umum yang baru.

"Sudah disampaikan, bahwa prioritasnya sekarang adalah kepengurusan kadin 2021-2026, harus segera ditetapkan, Pak ketua umum tidak bisa bekerja sendiri, harus dibantu segera oleh pengurus," ujarnya.

Muhammad Armyn Syarif Latuconsina, yang juga ikut menandatangani laporan hari ini, menambahkan bahwa ia sangat berharap di bawah kepemimpinan Arsjad Rasjid, Kadin Indonesia bisa lebih efektif lagi membantu menyelesaikan permasalahan bangsa, terutama permasalahan pandemi COVID-19.

"Kita lihat di media-media beliau sudah tampil sebagai ketua Kadin dalam bermitra dengan pemerintah, membantu pemerintah dalam persoalan-persoalan kebangsaan, salah satunya adalah soal Covid. Sebagai ketua Kadin daerah, tentu kami mendukung," terangnya.

Senada dengan Adisatrya Sulisto, Andi Rukman Karumpa yang juga merupakan panitia munas, bahwa kepengurusan Kadin yang baru harus segera dibentuk. Kata dia, keadaan saat ini mengharuskan wadah para pengusaha itu untuk bergerak jauh lebih cepat lagi.

"Kami pimpinan sidang berharap, meminta kepada formatur terpilih, untuk segera melakukan rapat koordinasi bersama untuk segera menentukan rapat dewan pengurusnya, karena Kadin harus bekerja cepat, maka ketua umum harus didampingi oleh dewan pengurusnya," ujarnya.

"Kami juga meminta kepada ketua umum, bahwa hasil rancangan keputusan yang telah kami buat yang sudah disahkan semua, supaya dibuat rapat impinan nasional, jadi nggak ada pleno lagi, sudah selesai," tegasnya.

(kil/das)