Tak Ada Demo 'Jokowi End Game', Pengusaha Minta Setop Bikin Gaduh!

Siti Fatimah - detikFinance
Sabtu, 24 Jul 2021 18:37 WIB
Presiden Jokowi
Foto: Lukas - Biro Pers Sekretariat Presiden
Jakarta -

Rencana demo 'Jokowi End Game' hingga sore tak nampak sama sekai. Polisi pun menilai rencana demo itu hoax dan akan dicari pelakunya.

Bagaiman respons pengusaha terhadap kegaduhan seruan demo 'Jokowi End Game' tersebut? Para pengusaha memandang, dalam kondisi sulit terdampak pandemi COVID-19 seharusnya jangan ada kabar yang membuat masyarakat panik dan cemas.

Ketua Umum DPD HIPPI DKI Jakarta, Sarman Simanjorang mengatakan, di tengah tekanan ekonomi yang terkontraksi, berbagai pihak harus saling bekerja sama untuk menekan angka penyebaran COVID-19 kemudian segera beralih pada upaya pemulihan ekonomi.

"Dalam kondisi seperti ini kita butuh situasi dan kondisi yang kondusif, tenang, nyaman dan sejauh mungkin menghindari informasi yang menimbulkan kepanikan atau kecemasan bagi masyarakat, pelaku usaha dan para investor," kata Sarman kepada detikcom, Sabtu (24/7/2021).

Dia mengatakan, Kemenkominfo dan Badan Siber harus lebih pro aktif dalam melakukan pengawasan terhadap konten-konten aplikasi yang menyebarkan kabar bohong. "Jangan sampai isu-isu COVID-19 ini dibawa-bawa ke ranah kepentingan politik, sangat tidak relevan dan tidak nyambung di tengah tekanan ekonomi yang teramat berat," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Persatuan Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja mengatakan, pemerintah harus tegas dan tak boleh ragu dalam penegakan peraturan. Dia mengatakan, kegaduhan seperti hoax demo 'Jokowi End Game' ini seharusnya dapat hindari dengan tindakan maksimal dari pemerintah kepada masyarakat.

"Tentunya dikarenakan masalah sekarang ini adalah banyak sekali terkait dengan kemanusiaan maka tindakan pemerintah dimaksud harus dibarengi atau diimbangi dengan perhatian penuh dan tindakan maksimal atas berbagai pemenuhan kebutuhan dasar rakyat. Jika tidak ada keseimbangan maka tentunya dapat menimbulkan berbagai kegaduhan yang semestinya dapat dihindari," tutur Alphonzus.

(hns/hns)