Momen Erick Thohir Rayu Peneliti Vaksin AstraZeneca Pulang Kampung

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Minggu, 25 Jul 2021 12:43 WIB
Indra Rudiansyah
Foto: Dok. YouTube Deutsche Bank
Jakarta -

Indra Rudiansyah tengah jadi sorotan masyarakat Indonesia. Mahasiswa yang tengah menyelesaikan studi di Inggris ini mencuri perhatian karena terlibat dalam tim riset vaksin COVID-19 AstraZeneca.

Sosok Indra pun menarik perhatian Menteri BUMN Erick Thohir. Erick Thohir mengatakan, prestasi Indra menjadi bukti jika pemuda Indonesia yang berada di luar negeri tak bisa diremehkan.

"Saya juga kan melihat dengan adanya generasi muda Indonesia di luar negeri, dan tadi kita bisa kasih lihat ke dunia bahwa kita hebat-hebat, ya nggak?" kata Erick saat Live Instagram bersama Indra Rudiansyah, Jumat lalu (23/7/201).

"Pak Soekarno aja bilang, kasih saya sekian pemuda, kita guncangkan dunia. Ini satu satu aja di Oxford sudah ngeguncang gitu kan," sambungnya.

Erick kemudian bertanya kepada Indra kapan akan kembali ke Tanah Air. Indra bilang, akan kembali ke Indonesia pada Oktober tahun depan.

"Kalau semuanya lancar Insya Allah Oktober tahun depan saya selesai Pak," jawab Indra Rudiansyah yang sedang menempuh pendidikan S3 di Clinical Medicine University of Oxford, Inggris tersebut.

Pada kesempatan itu, Erick juga memastikan Indra siap bersinergi dengan PT Bio Farma (Persero). Erick juga memastikan Indra tetap bergabung di Bio Farma Oktober 2022 nanti.

"Jadi intinya Indra siap bantulah ya untuk bersinergi dengan tim Bio Farma, dengan segala keterbatasan kamu, tapi paling tidak Oktober tahun depan tetap gabung Bio Farma kan ya?" tanya Erick.

"Iya betul Pak," jawab Indra.

Erick pun berharap agar Indra tetap berkontribusi untuk Indonesia. Salah satunya terlibat dalam pengembangan vaksin baik untuk COVID-19 maupun vaksin penyakit lainnya.

"Saya pikir gabung British Pharma, jadi tetap gabung Bio Farma, kibarin bendera Merah Putih. Salah satunya challenge bagaimana kita kembangkan apakah viral vector, mRNA untuk vaksin ke depan ataupun protein rekombinan baik untuk COVID ataupun penyakit lainnya yang memang ke depan akan menjadi ancaman buat negara kita," papar Erick.

(acd/zlf)