Ekonomi Warga Perbatasan Juga Terdampak Pandemi, Bagaimana Biar Selamat?

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Minggu, 25 Jul 2021 15:46 WIB
Poster
Foto: (Istimewa)
Jakarta -

Meningkatnya angka COVID-19 di berbagai daerah ditambah masuknya varian baru Delta membuat roda perekonomian sedikit banyak terdampak menyusul aturan PPKM yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat. Hal serupa juga dirasakan oleh warga perbatasan RI-Malaysia terutama yang berada di Kabupaten Nunukan.

Berpenduduk hampir 200.000 jiwa, Kabupaten Nunukan merupakan jantung ekonomi perbatasan RI-Malaysia, dimana lalu lalang pekerja migran menjadi salah satu permasalahan yang menyebabkan wilayah ini mengalami dampak cukup signifikan terhadap kenaikan angka COVID 19. Setelah sempat masuk dalam kategori zona merah, pemerintah daerah pun menerapkan kebijakan PPKM terhadap warganya sejak 2 minggu terakhir ini.

Situasi ini pun mendapatkan respon tersendiri dari Komando Distrik Militer 0911/Nunukan. Melalui Dandim 0911/Nunukan Letkol Czi Eko Pur Indriyanto dan jajarannya secara serempak Jumat lalu menyalurkan 100 paket sembako yang diinisiasi oleh Pangdam V/Mulawarman terutama bagi penduduk terdampak COVID-19 yang diharuskan melakukan isolasi mandiri.

Selain bagi para warga, Kodim 0911/Nunukan juga turut membagikan paket sembako untuk beberapa panti asuhan yang berada di wilayah Kabupaten Nunukan diantaranya Yayasan Arrahuma Aisyah, Yayasan Santa Maria Protegente dan Yayasan Al Kautsar.

Seperti dituturkan kepala Lembaga Kesejahteraan Sosial Yayasan Santa Maria Protegente, Suster Flora memberikan apresiasinya kepada Kodim 0911/Nunukan atas kepeduliannya mendistribusikan bantuan kepada anak-anak panti asuhan yang sebagian besar merupakan anak-anak TKI yang orang tuanya bekerja di Tawau, juga anak-anak korban kekerasan serta penelantaran orang tuanya.

Diakui Suster Flora, semenjak COVID 19, pantinya mengalami kenaikan penghuni panti akibat kondisi ekonomi yang serba tidak pasti sehingga orang tua dari anak anak tersebut merasa kewalahan untuk merawat anak anak mereka dikarenakan dampak ekonomi akibat pandemi COVID 19. Bantuan sembako serta buku bacaan bagi anak anak di panti asuhan adalah berkah tersendiri bagi panti asuhan dengan 56 orang anak ini, pungkasnya.

Dalam kesempatan ini juga Komandan Kodim 0911/Nunukan Letkol Czi Eko Pur Indriyanti menyampaikan tujuan dari kegiatan ini, yakni untuk membantu kesulitan masyarakat dihadapkan dengan situasi kondisi pandemi COVID-19 di Kabupaten Nunukan.

"Untuk kegiatan Jumat Peduli ini Kodim membagikan 100 paket Sembako yang tersebar di tiap-tiap Koramil kepada warga pra sejahtera yang terdampak Pandemi COVID 19".

Selain memberikan bantuan berupa sembako, kedatangan Dandim 0911/Nunukan beserta rombongan juga sekaligus menghimbau serta memberikan pemahaman kepada warga masyarakat agar tetap menerapkan Protokol Kesehatan dimanapun berada, serta bersama - sama memanjatkan Do'a untuk membantu Pemerintah Kabupaten Nunukan dan segenap unsur yang bertugas di lapangan agar bisa secara efektif menekan angka kasus positif COVID-19.

Selain Kodim 0911/Nunukan, jajaran Koramil juga serentak dalam melaksanakan kegiatan tersebut di wilayahnya masing-masing. Besar harapan Kodim dan jajaran dengan adanya kegiatan ini bisa menumbuhkan semangat warga pra sejahtera yang terdampak COVID-19 dan memberikan pemahaman secara edukatif dengan pendekatan humanis agar terus mempedomani protokol kesehatan.

(acd/dna)