Mentan: Di Seluruh Indonesia Tidak Ada Hari Tanpa Panen Padi

Erika Dyah - detikFinance
Minggu, 25 Jul 2021 19:54 WIB
Mentan: Di Seluruh Indonesia Tidak Ada Hari Tanpa Panen Padi
Foto: Dok. Kementan
Jakarta -

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo kembali melakukan panen padi di Kabupaten Bandung. Dia mengatakan meski di tengah pandemi COVID-19 yang masih berlangsung, sektor pertanian tetap mampu menjamin stok beras nasional aman.

"Alhamdulillah di seluruh Indonesia tidak ada hari tanpa panen (padi), tidak ada hari tanpa menanam. Jadi panen dan menanam kita bisa lihat setiap saat di semua daerah saat ini. Kita berharap lahan yang ada ini tidak boleh nganggur terlalu lama, tidak ada lahan yang nganggur lebih dari satu bulan langsung ditanam, kita kejar air dan hujan yang masih ada," ujar Syahrul dalam keterangan tertulis, Minggu (25/7/2021).

Syahrul menegaskan para Menteri untuk tidak terima dan percaya data saja. Ia menyebutkan hal ini sesuai perintah Presiden Jokowi yang meminta pejabat turun ke lapangan untuk melakukan validasi secara langsung dan faktual terkait ketersediaan pangan, khususnya beras.

"Dan hari ini bahkan setiap minggu saya turun bersama jajaran ketemu para gubernur, bupati untuk menanyakan ketersediaan pangan khususnya beras dalam situasi COVID atau dalam situasi apapun," ungkapnya.

Syahrul mengungkap pihaknya telah memastikan ketersediaan pangan nasional dalam kondisi aman. Sehingga, masyarakat diminta tidak perlu khawatir. Berdasarkan data BPS yang juga diolah Kementerian Pertanian, tercatat produksi beras pada bulan Juni mencapai 2,59 juta ton ditambah stok yang ada menjadi 10,6 juta ton pada posisi akhir Juni 2021 dan prognosa stok akhir Desember 2021 sebesar 9,6 juta ton.

"Hari ini kita tidak hanya panen tapi sekaligus mengolah di samping tempat panen dan inilah yang diperlihatkan Kabupaten Bandung. Selesai mengolah tidak ada yang menganggur langsung mempersiapkan sekitarnya untuk segera tanam lagi," jelasnya.

Syahrul menjelaskan ia bersama Wakil Bupati Kabupaten Bandung, Sahrul Gunawan memanen padi dengan alat panen Combine Harvester. Selain itu, kata Syahrul, pihaknya juga menyerahkan bantuan kepada masing-masing kelompok tani yakni Kelompok tani Gapoktan Sumber Mukti, Desa Sumbersari, Kelompoktani Mekarsari III Desa Ciherang, Kelompok Tani Gemah Ripah I, dan Kelompok Tani Mina Mukti Desa Kopo.

Tak hanya itu, Syahrul juga menyerahkan Sarana Pasca Panen Padi Vertical Dryer 1. 027.000.000.- serta bantuan Combine Harvester Besar di wilayah Kabupaten Bandung.

"Saya juga memberikan bantuan mekanisasi dan tentu saja bantuan ini tidak cukup tetapi pemerintah mempersiapkan kredit usaha rakyat (KUR) untuk semua bisa mendapat fasilitas mempersiapkan kebutuhan - kebutuhan dalam penanaman maupun dalam pasca panen," tutur Syahrul.

Sementara itu, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan, Suwandi mengungkapkan saat ini beberapa wilayah terutama sentra padi di Indonesia tengah memasuki waktu panen. Misalnya, di Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera Barat dan juga pulau Sulawesi.

"Pertanian adalah sektor yang mampu menunjukkan peningkatan kinerjanya di tengah kondisi pandemi wabah COVID-19. Memasuki musim panen raya stok beras kita makin meningkat menambah stok yang sebelumnya," terang Suwandi.

Selanjutnya, Suwandi mengatakan potensi panen se-Kabupaten Bandung pada Juli ini diprediksi seluas 9.354 ha. Adapun produksinya diestimasi mencapai 57.195 ton gabah kering giling (GKG) sedangkan pada Agustus nanti diprediksi panen hingga 11.037 ha dengan estimasi produksi 78.061 ton GKG.

"Hari ini di sini, hamparan seluas 152 hektare siap dipanen dengan varietas inpari 30 dengan produktivitas sekitar 6,8 ton GKP/ hektare. Pada musim panen kita tetap jaga stabilitas harga dan kita berharap upaya ini sekaligus menambah kesejahteraan petani," pungkasnya.

(akd/hns)