Klaim Baju Anti COVID-19, Perusahaan Australia Didenda Rp 49 M

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 26 Jul 2021 10:28 WIB
Komisi III Tak Lanjutkan Fit and Proper Test Calon Hakim Agung Gegara Diduga Plagiat
Foto: Tim Infografis detikcom
Jakarta -

Sebuah perusahaan pakaian olahraga Australia, Lorna Jane didenda £2,6 juta atau sekitar Rp 49,4 miliar (kurs Rp 19.000) karena mengklaim pakaiannya mampu menghilangkan dan menghentikan penyebaran COVID-19.

Lorna Jane telah mengiklankan bahwa pakaiannya menggunakan teknologi inovatif yang disebut LJ Shield untuk mencegah transfer semua patogen. Teknologi ini diklaim mampu menghentikan penyebaran COVID-19. Dalam sidang yang dilakukan, hakim mengatakan klaim perusahaan soal COVID ini sangat eksploitatif dan berpotensi menjadi berbahaya.

Dilansir dari BBC, Senin (26/7/2021), Lorna Jane mengatakan akan menerima putusan pengadilan. Perusahaan menyatakan bahwa mereka telah disesatkan oleh pemasoknya sendiri.

"Supplier tepercaya menjual produk yang tidak sesuai dengan yang dijanjikan kepada kami. Mereka membuat kami percaya bahwa teknologi di balik LJ Shield juga dijual di tempat lain di Australia, AS, China, dan Taiwan. Produk itu disebut mereka anti-bakteri dan anti-virus," kata kepala eksekutif Lorna Jane, Bill Clarkson.

Gugatan sendiri diajukan oleh Australian Competition & Consumer Commission (ACCC) setelah Lorna Jane mulai memasarkan pakaian tersebut pada Juli lalu di tengah pandemi COVID.

Pengadilan mendenda perusahaan karena membuat pernyataan palsu dan menyesatkan konsumen. Lorna Jane juga dituding terlibat dalam perilaku yang dapat menyesatkan publik.

Rod Sims, ketua ACCC, mengatakan perilaku Lorna Jane sangat mengerikan, mereka disebut membuat klaim serius mengenai kesehatan masyarakat. Padahal, tidak ada dasar yang jelas.

"Seluruh kampanye pemasaran didasarkan pada keinginan konsumen untuk perlindungan yang lebih besar terhadap pandemi global," kata Sims.

Lorna Jane memiliki toko di seluruh Australia, Selandia Baru, AS, dan Singapura. Mereka kini diperintahkan oleh hakim untuk menerbitkan pemberitahuan perbaikan. Mereka pun tidak diperbolehkan untuk membuat klaim anti-virus apa pun yang terkait dengan pakaian pakaian aktifnya selama tiga tahun kecuali memiliki dasar yang masuk akal untuk melakukannya.

(hal/fdl)