Pandemi Belum Selesai, Investasi Masih Penting?

Aulia Damayanti - detikFinance
Senin, 26 Jul 2021 11:13 WIB
Ilustrasi Investasi
Foto: Shutterstock
Jakarta -

PPKM Darurat diperpanjang sampai 2 Agustus. Meski mobilitas berkurang selama aturan tersebut berlangsung, mengelola keuangan menjadi penting. Hal itu dibuktikan dengan naiknya jumlah investor di reksa dana sebesar 42%.

Direktur Utama PT Danareksa Investment Management Marsangap P. Tamba mengatakan pada kondisi normal, disiplin alokasi keuangan adalah penting. Namun dalam masa pandemi ini, disiplin keuangan menjadi semakin penting dan menantang karena keterbatasan mobilitas serta peningkatan ketidakpastian.

Investasi merupakan bagian alokasi keuangan yang tidak boleh terlupakan. Sebagai salah satu instrumen investasi di pasar modal, reksa dana tentunya termasuk instrumen yang sensitif atas perkembangan kebijakan. OJK mencatat nilai reksa dana turun dari Rp 574 triliun menjadi Rp 536 triliun dengan penurunan terbesar pada reksa dana terproteksi. Namun jika dilihat secara YoY, masih tercatat peningkatan di atas 10%.

"Mereka tetap berinvestasi namun memilih instrumen yang sifatnya lebih low risk to moderate. Hal ini tercermin dari pilihan investasi pada beberapa instrumen reksa dana open end kami yang mengalami peningkatan. Dalam setahun terakhir reksa dana pasar uang DIM mengalami pertumbuhan 75% sedangkan secara total reksa dana open end kami meningkat 42% YoY," ujarnya dia dalam keterangannya Senin (26/7/2021).

Sementara, OJK mencatat nilai reksa dana turun dari Rp 574 triliun menjadi Rp 536 triliun dengan penurunan terbesar pada reksa dana terproteksi. Namun jika dilihat secara YoY, masih tercatat peningkatan di atas 10%.

"Hal lain yang membuat kami menyadari bahwa masyarakat kian menyadari pentingnya berinvestasi adalah pertumbuhan dana kelolaan hingga semester pertama 2021 ini bersumber dari mitra distribusi. Kondisi ini sesuai dengan ekspektasi kami untuk meningkatkan dana kelolaan dari segmen retail. Salah satu kontributor pertumbuhan dana kelolaan kami adalah reksa dana pasar uang kami, reksa dana Danareksa Seruni Pasar Uang III," lanjutnya.

Sebagaimana diketahui, reksa dana pasar uang merupakan jenis reksa dana yang paling konservatif. Kebijakan investasi pada reksa dana ini adalah 100% pada instrumen pasar uang yakni instrumen yang jatuh temponya kurang dari 1 tahun.

Reksa dana ini dikenal dengan tingkat likuiditasnya yang tinggi dan cepatnya jangka waktu pencairan. Dengan karakteristik tersebut, reksa dana pasar uang dapat menjadi instrumen investasi jangka pendek yang dapat dicairkan kapan saja.

Marsangap mengatakan dengan segala tantangan di kondisi pandemi, beberapa jenis reksa dana tetap dapat bertumbuh. Hal ini tentu saja kembali dengan karakteristik produk reksa dana sesuai dengan kondisi perekonomian. Semua orang juga tetap berkesempatan menjadi investor meski di tengah tekanan pandemi COVID-29 guna mengamankan keuangan pribadi.

"Masyarakat kita memiliki potensi besar sebagai masyarakat investor. Per Juni 2021, jumlah investor reksa dana sebesar 4,4 juta atau naik sekitar 55% YTD. Benar adanya preferensi kepada aset yang bersifat low risk, namun adanya hasil survey inklusi keuangan juga memperlihatkan, bahwa ternyata pada tahun 2020 di tengah kondisi pandemi, tingkat inklusi keuangan meningkat. Ini semua tentunya saling berkaitan satu sama lain," tutupnya.



Simak Video "Cara Cuan Berinvestasi Kripto "
[Gambas:Video 20detik]
(das/das)