Ya Ampun! Begini Kronologi Dana 400 Investor Tanijoy Diduga Raib Rp 4 M

Aulia Damayanti - detikFinance
Senin, 26 Jul 2021 15:40 WIB
Petugas Cash Center BNI menyusun tumpukan uang rupiah untuk didistribusikan ke berbagai bank di seluruh Indonesia dalam memenuhi kebutuhan uang tunai jelang Natal dan Tahun Baru. Kepala Kantor perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua mengungkapkan jumlah transaksi penarikan uang tunai sudah mulai meningkat dibanding bulan sebelumnya yang bisa mencapai penarikan sekitar Rp1 triliun. Sedangkan untuk Natal dan tahun baru ini secara khusus mereka menyiapkan Rp3 triliun walaupun sempat diprediksi kebutuhannya menyentuh sekitar Rp3,5 triliun. (FOTO: Rachman Haryanto/detikcom)
Ilustrasi/Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

PT Tanijoy Agriteknologi Nusantara, sebuah perusahaan investasi di sektor pertanian diduga membawa lari uang 400 investor senilai Rp 4 miliar. Kejadian ini viral di Twitter dari cerita salah satu akun yang juga pendana di Tanijoy.

Menurut Ketua I Himpunan Lender Tanijoy, Fadhil, sudah banyak dialog antara pihak investor Tanijoy dengan Co-Founder & Chief Executive Officer, M. Nanda Putra. Namun hingga awal Juni 2021 pihak Tanijoy mulai susah dihubungi.

"Bahkan sejak kontak terakhir awal Juni lalu jadi sulit untuk di kontak. Sepertinya sudah mulai menghindar," ujar dia kepada detikcom, (Senin 26/7/2021).

Salah satu investor Tanijoy bernama Yohanes bercerita sejak 2019 sampai sekarang kerugian yang dialaminya mencapai Rp 142 juta dari total 15 proyek. Dia mengatakan sudah ada beberapa proyek yang selesai tetapi sudah satu tahun lebih dana tidak cair.

"Apakah benar uang saya dipakai di proyek tani yang tertera di laporan project? Atau jangan-jangan uang saya diputar untuk bisnis Tanijoy lainnya? Saya harap uang saya dapat kembali dan Tanijoy dapat bertanggung jawab," lanjutnya.

Berikut kronologi dugaan raibnya dana 400 investor Tanijoy:

4 September 2020

Diadakan virtual meeting antara investor dan pihak Tanijoy dengan topik Penarikan Dana Terhambat. Kala itu Tanijoy mengaku mengalami masalah besar, padahal proyek diakui oleh Nanda selaku CEO sudah selesai. Katanya dana hasil proyek masih ada di petani dan belum dikembalikan sepenuhnya kepada Tanijoy.

Keterlambatan ini disebutnya sudah terjadi sejak PSBB dimulai, adanya kendala soal komunikasi dengan petani, karena adanya pembatasan pemerintah tersebut. Saat ditanya oleh salah satu lender, kapan keterlambatan itu akan selesai, Nanda menjawab akan diurutkan berdasarkan waktu para pendana menarik dana atau seusisesuai antreannya.

"Untuk penyelesaian ini akan bergantung pada kecepatan collection di petani. Collection ini sudah dilakukan selama dua bulan, hal ini butuh waktu bisa mendapatkan pencairan dana," kata Nanda

20 Januari 2021

Tanijoy mengeluarkan surat pernyataan dan pengakuan dari Nanda selaku CEO. Dalam surat itu tertera pengakuan bahwa sejak awal Desember 2020 hingga ditulisnya surat pernyataan tersebut pada 20 Januari 2021, pihaknya sadar belum bisa memenuhi tanggung jawabnya. Hal ini soal pencairan dana soal proyek yang sebelumnya diumumkan sudah selesai.

Nanda dalam surat tersebut mengatakan seharusnya Desember 2020 pencairan bisa jalankan sesuai jadwal. Namun proses tersebut tersendat karena proses collection terhambat. Penyebabnya karena mitra yang tidak kooperatif menyelesaikan kewajibannya.

"Kami berkomitmen untuk lebih responsif dalam berkomunikasi dengan Anda semua melalui kanal informasi resmi (email support@tanijoy.id). Kami sangat menyadari bahwa kepercayaan pendanaan sangat mahal dan kami gagal menjaganya. Tapi di tengah kesulitan ini kami sangat bersyukur bahwa Tanijoy masih diberi kesempatan untuk memperbaiki semuanya," ujar Nanda.

Berlanjut ke halaman berikutnya.