Mendag Ungkap Defisit Perdagangan RI dengan China Kian Tipis, Ini Datanya

Aulia Damayanti - detikFinance
Senin, 26 Jul 2021 21:18 WIB
Eks Mendag era SBY M Lutfi menyampaikan capaian Presiden Jokowi di forum USINDO
Mendag M Lutfi/Foto: dok. TKN KIK
Jakarta -

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengungkapkan data neraca perdagangan Indonesia kuartal I-2021. Neraca perdagangan Indonesia dengan China saat ini masih defisit, namun mengalami penurunan.

Lutfi mengungkap nilai ekspor ke China sebesar US$ 22,45 miliar, sementara nilai impor dari China nilainya lebih tinggi, yaitu US$ 25,63 miliar. Artinya tercatat defisit perdagangan Indonesia dengan China sebesar US$ 3,19 miliar. Tetapi, angka itu menurun dari defisit tahun lalu US$ 7,5 miliar.

"Trade balance RRT terjadi masih defisit pada semester pertama, minus US$ 3,19 miliar tetapi sedangkan defisit kita tahun lalu terhadap RRT lebih dari US$ 7,5 miliar meskipun angka itu sudah dipotong separuh dibandingkan 2019," kata Lutfi dalam konferensi pers virtual, Senin (26/7/2021).

Kemudian, neraca perdagangan Indonesia juga masih defisit terhadap Singapura. Nilai ekspor Indonesia ke Singapura US$ 5,50 miliar sementara nilai impor US$ 7,49 miliar. Artinya masih ada defisit US$ 2 miliar.

"Ini memang kita masih terdapat defisit di beberapa negara terbesar di China, kemudian di Singapura yang menjadi defisit terbesar kedua, tetapi kami surplus terhadap India dan Filipina," kata Lutfi.

Perdagangan Indonesia juga tercatat masih defisit dengan Korea Selatan. Total nilai ekspor sebesar US$ 3,85 miliar dan sedangkan impor US$ 4,62 miliar dengan begitu, masih terjadi defisit US$ 770 juta.

Kemudian, perdagangan Indonesia dengan Thailand juga masih defisit. Nilai ekspor Indonesia ke Thailand sebesar US$ 3,70 miliar sementara impornya US$ 4,25 miliar, masih defisit sebesar US$ 550 juta.

Selanjutnya perdagangan Indonesia dengan India. Nilai ekspor Indonesia senilai US$ 5,64 miliar, sementara impor US$ 3,50 miliar, sehingga surplus US$ 2,14 miliar. Surplus terjadi karena nilai ekspor lebih besar dari nilai impor Jepang ke Indonesia.

Kemudian surplus juga terjadi di perdagangan dengan Filipina dengan nilai ekspor US$ 3,92 miliar dan nilai impor US$ 630 juta, tercatat RI surplus US$ 3,29 miliar.

Surplus terbesar Indonesia terjadi dengan Amerika Serikat (AS) tahun ini sebesar US$ 6,55 miliar. Untuk nilai ekspor Rp US$ 11,53 miliar naik 11,21% dan impor lebih US$ 4,98 miliar.

(ara/ara)