Ini Cara Bisnis Ensikei Tenun Bertahan Selama Pandemi COVID-19

Khoirul Anam - detikFinance
Selasa, 27 Jul 2021 13:54 WIB
UMKM Binaan PLN
Foto: PLN
Jakarta -

PT PLN (Persero) mendorong pengembangan bisnis usaha mikro kecil (UMK) melalui program PLN Peduli. Hal ini ditempuh mengingat akses pasar menjadi faktor penting bagi pelaku UMK untuk mengembangkan bisnis.

Mitra binaan PLN, Ensikei Tenun, menjadi salah satu UMK yang beruntung karena berkesempatan memamerkan koleksi kerajinan berbasis kain tenun di Seoul, Korea Selatan, pada September 2019.

Kesempatan Ensikei Tenun mendapat etalase di Seoul merupakan pengalaman yang tidak terlupakan oleh Karolina Yunita Liwulangi. Wanita lulusan Master of Teaching English to Speakers of Other Languages di La Trobe University Melbourne ini merintis usaha kerajinan tenun sejak 2018.

"Sekarang pasar Ensikei lumayan luas, di Kupang, Surabaya, atau pun Jakarta. Setelah diajak PLN ke pameran di Korea Selatan, kami semakin dikenal luas," ujar Yunita dalam keterangan tertulis, Selasa (27/7/2021).

Ensikei Tenun menjadi wakil dari PLN Unit Wilayah NTT dalam pameran di Festival Indonesia 20-22 September 2019 di Seoul, Korea Selatan.

Yunita menjelaskan, pendampingan PLN tidak hanya dalam membuka akses pasar, tetapi juga pembiayaan. Sebagai usaha rintisan, ia mengaku, pihaknya memerlukan modal untuk membangun gerai di Kupang.

"Menjadi mitra binaan PLN seperti anugerah Tuhan. Karena kami diberikan bantuan pemodalan untuk mendukung pengembangan gerai Ensikei," ungkapnya.

Adapun saat ini Yunita mendapatkan penyuluhan dari PLN sejak bisnisnya terdampak pandemi COVID-19. Dari penyuluhan tersebut, Yunita mengaku dapat belajar mengembangkan platform pemasaran produk.

UMKM Binaan PLNUMKM Binaan PLN Foto: PLN

Ia mengungkapkan, bisnis kerajinannya mengalami perbaikan penjualan setelah pada 2020 tertekan akibat pandemi.

"Puji Tuhan, sekarang kain tenun dan kerajinan anting, gelang, dan lainnya sudah mulai kosong di etalase kami," katanya.

Ke depan, ia berharap terus mendapatkan pendampingan PLN agar Ensikei Tenun bisa lebih mengepakkan sayap bisnisnya. Atas dukungan PLN, ia pun kini aktif memberikan penyuluhan dan sosialisasi bagi pelaku UMK dan penenun di Nusa Tenggara Timur agar mampu lebih bersaing.

"Di era digital, ternyata kualitas produk tidak cukup. Pendampingan dari PLN, seperti yang saya rasakan, dan pemasaran lewat media sosial ternyata ikut mendorong harga jual kerajinan. Karena saya sudah dibantu, maka saya juga membagikan pengalaman kepada rekan-rekan UMK di sini," tambahnya.

Executive Vice President Komunikasi Korporat dan CSR PLN, Agung Murdifi, menjelaskan bahwa dukungan yang diberikan kepada Ensikei Tenun merupakan bentuk komitmen PLN dalam mengembangkan UMK. Hal ini sejalan dengan tujuan ke- 8 SDG's (Tujuan Pembangunan Berkelanjutan).

"Ini merupakan peran aktif kami untuk menciptakan pekerjaan layak dan mendorong pertumbuhan ekonomi melalui program PLN Peduli. Kami sangat senang melihat Ensikei Tenun terus berkembang," ujarnya.

Selain memberikan pendampingan dan pembinaan, PLN juga menyalurkan pendanaan Rp 107 miliar kepada 17.126 mitra hingga Juni 2021. PLN berharap bantuan ini bisa membantu mengembangkan bisnis para mitra binaan dan memberikan nilai tambah bagi lingkungan sekitar.

(ega/ara)