Genjot Investasi di Luar Jawa, Bahlil: Kasih Insentif, Jangan Palak!

Aulia Damayanti - detikFinance
Selasa, 27 Jul 2021 14:11 WIB
Menteri Investasi Bahlil Lahadalia
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia/Foto: Andhika Prasetia/detikcom
Jakarta -

Menteri Investasi/ Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengungkap investasi di luar Pulau Jawa periode Januari-Juni 2021 persentasenya 51,5% atau Rp 228,23 triliun. Angka ini lebih besar dari investasi di Pulau Jawa dengan porsi 48,5% sebesar Rp 214,53 triliun.

"Ini jadi satu pemahaman pemerintah tak hanya Jawa saja yang kita urusi tapi kita udah mengurus di luar Jawa juga, COVID-19 pun kita tempur," kata dia dalam konferensi pers, Selasa (27/7/2021).

Bahlil mengungkap ada beberapa strategi agar lebih banyak investor mau menanamkan modalnya di luar Pulau Jawa. Salah satu strateginya adalah dengan memberikan insentif.

Kedua, menyelesaikan persoalan investor seperti izin, memberikan kepastian stabilitas politik, dan keamanan. Bahlil juga mengungkap ada pembangunan green energy di Kalimantan Utara miliaran dolar AS.

"Akan kami umumkan dengan dengan Menko Marves. Belum saya buka sekarang, itu kami akan bangun besar-besaran puluhan billion US dollar, tetapi nanti yang akan umumkan," kata dia.

Menurutnya COVID-19 tidak terlalu berdampak pada investasi di Jawa dan luar Jawa dengan catatan Indonesia menyambut baik investor dalam negeri maupun luar negeri. Investor pun juga diberi syarat, saat berinvestasi harus melibatkan atau berkolaborasi dengan UMKM setempat.

"Mereka kasih insentif, kasih izin jangan palak-palak. Kalau perusahaan datang sudah palak duluan ya susah mereka datang ke daerah. Kita welcome perusahaan nasional dan asing jangan urus yang asing saja. Bahkan sekarang investasi yang masuk harus kolaborasi dengan UMKM. Tidak ada toleransi," tutup Bahlil.

Simak video 'Resep Investasi Saham di Masa PPKM Darurat Jawa Bali':

[Gambas:Video 20detik]



(ara/ara)