Pandemi Belum Usai, Raksasa Teknologi Malah Makin Cuan

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Rabu, 28 Jul 2021 09:35 WIB
Uni Eropa Siapkan UU yang Akan Batasi Kekuatan Raksasa Teknologi
Foto: DW (News)
Jakarta -

Sejumlah perusahaan raksasa teknologi global terus mencatat lonjakan keuntungan karena adanya lonjakan permintaan dari pelanggan selama masa pandemi yang masih terus berlangsung.

Melansir dari BBC, Rabu (28/7/2021), dalam tiga bulan terakhir perusahaan teknologi Apple berhasil meraup keuntungan hingga hampir dua kali menjadi US$ 21,7 miliar atau setara dengan Rp 314,6 triliun (dengan kurs Rp 14.500/dolar AS). Keuntungan ini berhasil didapatkan oleh Apple berkat adanya dorongan dari pertumbuhan pembelian iPhone, serta langganan digital untuk layanan TV dan streaming musiknya.

"Kuartal ini, tim kami membangun periode inovasi yang tak tertandingi dengan berbagi produk baru yang kuat dengan pengguna kami, pada saat menggunakan teknologi untuk menghubungkan orang di mana saja tidak pernah lebih penting," kata kepala eksekutif Apple, Tim Cook.

Pada saat yang sama, ada juga perusahaan raksasa teknologi Microsoft yang mendapatkan laba senilai US$ 16,5 miliar atau setara dengan Rp 239,2 triliun berkat layanan Cloud dan game miliknya. Laba yang diterima oleh Microsoft pada kuartal ini dinilai telah mengalami peningkatan hingga 47% bila dibandingkan dengan kuartal yang sama tahun lalu.

Microsoft juga mengatakan bahwa penjualan pada kuartal keempat mereka telah didorong oleh banyaknya permintaan untuk komputer pribadi, yang mencakup perangkat lunak Windows serta konsol Xbox baru.

Di sisi lain, terdapat perusahaan induk Google, Alphabet, juga ikut melaporkan bahwa penjualan dan laba per kuartal mereka telah melonjak ke rekor tertinggi. Sebagian besar pendapatan yang diterima oleh Alphabet ini berasal dari adanya peningkatan jumlah iklan online yang ditujukan untuk pelanggan yang terjebak di rumah karena pembatasan selama pandemi.

Platform berbagi video miliknya, YouTube, berhasil meningkatkan pendapatan iklannya menjadi US$ 7 miliar atau setara dengan 101,5 triliun dalam tiga bulan yang berakhir dibandingkan dengan US$ 3,81 miliar tahun sebelumnya.

"meningkatnya aktivitas online di berbagai belahan dunia, dan kami bangga bahwa layanan kami membantu begitu banyak konsumen dan bisnis," kata CEO Google, Sundar Pichai.

(fdl/fdl)