Ada yang Penting dari Jokowi buat PNS Nih, Buruan Cek!

Anisa Indraini - detikFinance
Rabu, 28 Jul 2021 20:51 WIB
Presiden Jokowi
Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan pesan penting bagi para PNS. Apa pesan Jokowi?

"Pada kesempatan ini saya tegaskan bahwa setiap aparatur sipil negara di manapun bertugas seharusnya memegang teguh nilai-nilai dasar yang sama, mempunyai semboyan yang sama. ASN yang bertugas sebagai pegawai pusat, maupun pegawai daerah harus mempunyai core values yang sama," kata Jokowi dalam Launching Core Values ASN & Employer Branding, dikutip Rabu (28/7/2021).

Selain memiliki semboyan yang sama, Jokowi juga meminta ASN/PNS untuk memiliki nilai dasar yang sama hingga rujukan yang seirama.

"ASN yang berprofesi sebagai dosen, guru, jaksa, dokter, perawat, analisis kebijakan, sebagai administratur, juga petugas satpol PP seharusnya mempunyai nilai dasar yang sama. Bahkan pegawai BUMN dan pegawai-pegawai yang lain juga sebaiknya mempunyai proposisi nilai rujukan yang sama," ujarnya.

Jokowi menjelaskan, ASN harus berpegang teguh kepada satu nilai dasar yang sudah ditetapkan yakni berakhlak, berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif dan kolaboratif serta bangga melayani bangsa.

"Setiap ASN harus mempunyai orientasi yang sama yaitu memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat. Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, saya luncurkan core values ASN berakhlak dan employer branding ASN bangga melayani bangsa," tutur Jokowi.

Saat ini, kata Jokowi, setiap pemerintahan memiliki semboyan masing-masing dan belum fokus pada satu nilai dasar. Meski begitu, diakuinya keberagaman semboyan antar daerah itu memperkaya keberagaman Indonesia asalkan sesuai dengan Pancasila dan nilai-nilai universal.

"Sejak lama semua pemerintah daerah punya semboyannya masing-masing. Ada yang semboyannya berhati nyaman, ada yang berirama, bersahabat, dan masih banyak lagi. Variasi semboyan antar daerah itu baik-baik saja, setiap daerah mempunyai kekhasan masing-masing bahkan banyak daerah yang semboyannya menggunakan bahasa daerah," kata Jokowi.

(aid/hns)