Alasan Orang Kaya Ramai-ramai Obral Rumah-Kapal Pesiar

Aulia Damayanti - detikFinance
Kamis, 29 Jul 2021 14:25 WIB
Ilustrasi Rumah Mewah, maket rumah mewah, rumah 2 lt,
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Orang kaya ramai-ramai jual asetnya dengan harga miring. Seperti yang baru ditemukan lagi, kapal pesiar mulai diobral di aplikasi jual-beli online. Menurut perencana keuangan ada beberapa alasan orang menjual asetnya.

Menurut Perencana Keuangan Senior, Aidil Akbar untuk kapal tersiar sendiri bukan termasuk kebutuhan utama tetapi kebutuhan tersier. Jadi, jika memang orang kaya membutuhkan uang, barang-barang jenis tersier yang dijual.

Kemudian, jika orang kaya yang menjual rumah, moge hingga mobil sport bisa saja harus menyelamatkan perusahaannya atau membayar pesangon karyawannya karena usahanya yang tutup.

"Kapal pesiar itu itu bukan kebutuhan lagi itu kebutuhan tersier, kalau memang butuh uang ya perlu di lepas. Apalagi kalau mau menyelamatkan perusahaannya. Kalau harus menutup perusahaan juga mesti kasih pesangon ke karyawannya," kata Aidil kepada detikcom, Kamis (29/7/2021).

Aidil juga mengungkap, kapal pesiar dijual kemungkinan karena ada biaya-biaya yang harus dibayar saat kapal hanya terparkir saja. Seperti biaya sewa di dermaga hingga maintenance kapal.

"Biya parkir kapal di dermaga itu cukup mahal karena hitungannya dengan ukuran kapal. Saya nggak tahu pastinya, tetapi misalnya panjang 10 meter kali lebar 5 meter trs 50 meter tingginya misalnya 7 meter jadi 350 meter, misalnya sewa Rp 500rb, bisa Rp 15 juta buat parkiran nya aja. itu kan baru bayar parkir aja," jelas Aidil.

Perencana Keuangan dari Tatadana Consulting Tejasari mengatakan untuk orang kaya yang menjual asetnya ada beberapa alasan dan kondisi. Biasanya mungkin tidak mampu melanjutkan pembayaran cicilan atau ada hutang yang harus ditanggung.

"Bisa aja dia jual kapalnya karena belinya nyicil atau beli rumahnya nyicil karena nggak sannggup bayar cicilannya kan bisa dijual baranganya. kondisi itu bisa memungkinkan," kata Teja.

Namun, menurut Teja jika memang aset-aset itu dijual dalam kondisi saat ini harus siap jual rugi. Seperti rumah-rumah mewah dan kapal pesiar yang dijual dengan harga miring.

"Mungkin dari seluruh asetnya nggak semua dijual, ada satu atau dua aset dijual. Tetapi kalau memang dijual masa sekarang dijualnya kan jual rugi ya, artinya butuh uang banget kalau begitu," imbuh Teja.

Lihat juga video 'Banyak Orang Tajir Jual Rumah di Pondok Indah-Menteng':

[Gambas:Video 20detik]



(das/das)