Empat Pelabuhan Bakal Diaudit
Senin, 27 Mar 2006 13:42 WIB
Jakarta - Sudah menjadi rahasia umum, pelabuhan di Indonesia menjadi ladang subur bagi pungutan liar (pungli). Mungkin dengan praktek itu, pemerintah pun saat ini baru hanya akan berencana untuk melakukan audit pelabuhan terhadap 4 pelabuhan besar di Indonesia. Keempat pelabuhan itu antara lain, Pelabuhan Tanjung Priok, Belawan, Tanjung Perak dan Tanjung Emas. Saat ini pemerintah sedang menyusun core auditnya dengan BPK. Diharapkan audit itu sudah dilakukan pada April mendatang."Untuk audit independen kan harus dilelang dulu. Kalau Inpres No 3 paling lambat Desember 2006. Tapi kita harapkan lebih cepat dari itu, tendernya akan dilakukan Mei," katanya usai acara Kajian Industri dan Perdagangan Kepelabuhan di Hotel Nikko, Jalan HM Thamrin, Jakarta, Senin (27/3/2006).Hatta mengatakan audit itu kemungkinan akan diteruskan ke pelabuhan-pelabuhan lainya jika dananya masih tersedia. "Jika masih ada dana kita akan audit juga pelabuhan Cigading, Ciwandan (Banten)," ujar Hatta.Audit dilakukan antara lain untuk melihat kenapa biaya kepelabuhanan di Indonesia cenderung lebih tinggi dari pelabuhan lainnya. Audit juga akan melihat apakah benar terjadi pungli dan siapa yang bertanggung jawab atas pungli itu. "Kalau selama ini MLO (Main Line Operator) menarik US$ 70 itu uangnya dikemanakan dan kenapa ditarik segitu. Kalau dikatakan ada pungli, pungli yang mana dan siapa yang menarik. Kalau ada kargo kosong yang mana dan berapa banyak," urainya."Makanya, dari hasil audit itu nantinya akan ada gambaran objektif untuk melihat kenapa biaya pelabuhan Indonesia cenderung terlalu mahal," demikian Hatta.
(mar/)











































