Jual Motor buat Modal, Pria Ini Kini Punya Ratusan Cabang Resto Steak

Angga Laraspati - detikFinance
Jumat, 30 Jul 2021 12:46 WIB
Owner Waroeng Steak & Shake Jody Broto Suseno.
Foto: dok. detikcom
Jakarta -

Mungkin sebagian besar orang sudah banyak mengenal Waroeng Steak & Shake. Namun tak banyak yang tahu bagaimana awal restoran tersebut berdiri.

Owner Waroeng Steak & Shake Jody Broto Suseno menceritakan kisahnya dalam membangun bisnis kuliner tersebut. Ia mengatakan untuk menjalani bisnisnya sampai harus menjual motor.

Jody mengatakan Waroeng Steak & Shake dimulai pada tahun 2000 di Yogyakarta. Saat itu ia memiliki ide untuk membuat steak dengan harga yang murah untuk mahasiswa.

"Sebab ada peluang steak dengan harga yang murah, kemudian saya nyari tahu gimana caranya membuat steak dengan harga yang murah. Tahun itu yang paling booming fried chicken, karena itulah dia memilih konsep fried chicken untuk diaplikasikan di Waroeng Steak & Shake," kata Jody dalam Webinar Tips Bangun Franchise Kuliner dengan Inovasi Menu Baru yang disiarkan live di detikcom, Kamis (29/7/2021).

Pemilihan nama Waroeng pada Steak & Shake juga dipilih agar mahasiswa tidak takut untuk datang ke restorannya. Sebab, menurutnya mahasiswa paling takut dan sensitif dengan harga, itulah yang mendasari Jody memilih Waroeng Steak & Shake.

"Nah karena itu namanya Waroeng supaya pas mahasiswa lewat, lihat kata Waroeng itu mereka nggak takut dan langsung datang. Kemudian warna-warna juga penting, saya pilih warna kuning item itu cukup menarik," imbuh Jody.

Jody juga mengakui modal yang ia miliki pas-pasan. Bahkan, Jody harus menjual motor satu-satunya dengan harga Rp 8,5 juta.

"Rp 7 juta itu untuk sewa rumah dengan luas 135 meter, yang Rp 1,5 juta saya beliin motor lagi untuk operasional. Jadi modal itu bukanlah segalanya, saya bukan chef, saya nggak punya modal, tapi saya melihat ada pasar steak yang harganya murah. Dari situlah lahir Waroeng Steak & Shake," tutur Jody.

Usaha yang diawali dengan 2 karyawan tersebut kini sudah tumbuh menjadi salah satu usaha kuliner besar di Indonesia. Jody kini memiliki lebih dari seratus cabang yang tersebar di 22 kota di Indonesia.

Meski begitu bukan berarti usahanya lancar, ia mengaku selalu ada tantangan dalam menjaga kualitas di ratusan cabang miliknya itu. Menurutnya, kunci agar pelanggan bisa balik lagi ke restoran adalah operasional.

"Kalo operasional itu berarti terkait dengan SDM, nah ini nggak gampang ini. Karena kalau di Waroeng Steak & Shake nggak ada chef. Jadi semuanya nggak harus chef, karyawan dari nol itu lulusan SD, SMP, SMA," jelasnya.

Jody juga mengatakan sejak awal karyawan juga dilatih oleh dirinya sendiri dari cabang pertama hingga cabang berikutnya, tetapi ada resep-resep yang ia kunci seperti saus steak. Kini, ia juga memiliki divisi purchasing yang mengirimkan bahan-bahan ke cabang-cabang tersebut.

Kisah dari Jody ini dibagikan dalam satu sesi Webinar yang diselenggarakan oleh Kraft Heinz Food Service Institute bekerja sama dengan detikcom. Untuk kegiatan pertama ini, Webinar mengangkat tema Tips Bangun Franchise Kuliner dengan Inovasi Menu Baru.



Simak Video "Semangat Pemuda di Ciamis Bisnis Miniatur Pesawat Bermodal Bantuan UMKM"
[Gambas:Video 20detik]
(prf/hns)