Joe Biden Sampai Angkat Bicara, Jakarta Tenggelam Tak Bisa Dicegah?

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Jumat, 30 Jul 2021 18:30 WIB
Benarkah Giant Sea Wall Bisa Cegah Jakarta Tenggelam?
Foto: 20Detik
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden memprediksi Jakarta akan tenggelam. Meski bukan yang pertama, prediksi Jakarta tenggelam mesti menjadi perhatian semua pihak. Sejalan dengan itu, ramalan Jakarta tenggelam juga menimbulkan pertanyaan, bisakah hal itu dihindari?

Pengamat Tata Kota, Yayat Supriyatna mengungkapkan ada 2 cara agar Jakarta tidak tenggelam. Banyak kajian yang menyebut ibu kota Indonesia ini akan tenggelam akibat penurunan permukaan tanah dan naiknya permukaan laut.

Yayat mengatakan dua cara tersebut adalah pertama, segera merealisasikan proyek pembangunan tanggul pengaman pantai atau giant sea wall di wilayah Jakarta Utara. Kedua, moratorium pengambilan air tanah.

"Jadi kalau Jakarta tidak mau tenggelam harus ada komitmen yang sungguh-sungguh menghentikan air tanah," kata Yayat dalam catatan detikcom, 14 Mei 2021 lalu.

Penghentian penggunaan air tanah, dikatakan Yayat memang harus ada penggantinya yaitu pemanfaatan air baku dari Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). Saat ini sudah ada SPAM Regional Jatiluhur I yang akan menyuplai air baku pada tahun 2024.

Satu lagi, dikatakan Yayat ada proyek Bendungan Karian di Lebak, Banten. Bendungan ini akan memasok air baku untuk wilayah Banten dan Jakarta.

"Jadi yang harus dipersiapkan kapan kita bisa mengupayakan pengambilan air tanah kemudian tersedia air baku yang cukup. Apakah semua rumah di Jakarta mendapat jaringan perpipaan kan belum. Kedua, apakah ada gedung yang berani menyatakan saya sudah tidak mengambil air tanah, tidak ada sama sekali," ujarnya.

"Jadi berani tidak kita lakukan moratorium," tambahnya.

Setelah moratorium, Yayat mengatakan upaya selanjutnya yang bisa menyelamatkan DKI Jakarta adalah pembangunan giant sea wall. Tanggul pengaman ini, dikatakannya juga bisa menjadi wadah atau penampung air yang nantinya bisa diproduksi sebagai bahan baku.

"Jakarta itu tidak mampu melakukan gerakan menyimpan air, menampung air ketika banjir itu artinya Jakarta itu membuang air dalam skala besar ke laut, kalau kita mampu bentuk Giant Sea Wall, membuat tanggul seperti Merlion Singapura, itu kan ada di patung Singa," katanya.

"Itu merupakan waduk atau semacam penampung air, jadi kalau misalnya di Jakarta bangun Giant Sea Wall dibangun dan bisa menjadi bahan baku air bersih Jakarta itu bagus, tapi syaratnya 1 yaitu sungai di Jakarta harus bersih dari limbah pabrik industri dan manusia," sambungnya.

(acd/fdl)