Warga dan Pedagang Ikut Vaksinasi di Pasar Induk Tangerang

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Sabtu, 31 Jul 2021 11:30 WIB
Sebanyak 4.100 pedagang pasar tradisional di Boyolali menjadi sasaran vaksinasi Corona atau COVID-19, secara serentak hari ini.
Foto: Ragil Ajiyanto
Jakarta -

Walikota Tangerang Arief Rachadiono Wismansyah bersama wakilnya Sachrudin meninjau pelaksanaan vaksinasi yang dihelat di Pasar Induk Buah dan Sayur Jatiuwung, Sabtu (31/7/2021).

Pelaksanaan vaksinasi bagi warga dan juga pedagang di Pasar Induk Buah dan Sayur Jatiuwung dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat. Warga dan pedagang yang hadir untuk vaksin juga harus menjalani swab-test gratis terlebih dahulu. Wajib menggunakan masker, menjaga jarak tidak berkerumun dalam antrean program vaksinasi yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB.

Vaksinasi yang difasilitasi oleh pengurus Pasar Induk Buah dan Sayur Jatiuwung dengan Pemerintah Kota setempat tidak hanya penyuntikan vaksin tetapi warga juga akan langsung mendapat print out sertifikat vaksin pada hari yang sama serta paket sembako.

Menurut Walikota Arief Wismansyah, program vaksinasi yang dibarengi swab-test gratis dan pembagian sembako tersebut merupakan bagian dari menyukseskan program pemerintah yang tengah menerapkan PPKM Level 4 dan sekaligus percepatan herd immunity bagi seluruh rakyat Indonesia.

"Vaksinasi hari ini merupakan bagian dari program pemerintah untuk menekan penularan Covid-19 dan percepatan terhadap herd immunity, khususnya di Kota Tangerang ini. Sudah terbukti, angka kematian akibat Covid-19 umumnya karena belum vaksin," katanya kepada warga yang hadir.

Mengapa vaksinasi digelar di Pasar Induk Buah dan Sayur Jatiuwung? Walikota Arief Wismansyah menyebut bahwa program vaksinasi harus didahulukan di sentra-sentra ekonomi seperti pasar dan perkantoran. Sebab, interaksi yang terjadi di sentra ekonomi rentan terhadap penularan Covid-19. Dan vaksinasi merupakan jawaban yang tepat saat ini dalam memutus mata rantai penyebaran virus yang telah menewaskan jutaan orang di Tanah Air.

Bila warga maupun pedagang di sekitar pasar sudah divaksin, penyebaran Covid-19 akan terkendali. Dan bila Covid-19 sudah terkendali, berarti roda perekonomian akan berjalan seperti sediakala.

Dengan mulai beroperasinya Pasar Induk Buah dan Sayur Jatiuwung, sambung Walikota, akan membantu dalam proses peningkatan geliat perekonomian khususnya di Kota Tangerang dan diharapkan bisa berperan dalam menekan harga sejumlah komoditas pokok.

Pasar terbesar di Provinsi Banten itu memiliki luas area 43.000 meter persegi. Pasar Induk Buah dan Sayur Jatiuwung yang terdiri dari 1.300 lapak, 167 kios multifungsi dan 42 unit ruko itu juga memiliki fasilitas sosial dan fasilitas umum yang memadai seperti masjid dan juga keperluan sanitasi.

(fdl/fdl)