Sebelum Biden, Ini Deretan Tokoh Penting yang Ramal Jakarta Tenggelam

Danang Sugianto - detikFinance
Minggu, 01 Agu 2021 11:30 WIB
Presiden Jokowi
Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden

Basuki Hadimuljono

Basuki menanggapi ucapan Prabowo Subianto. Dia membenarkan pernyataan itu karena berdasarkan data penurunan permukaan tanah di Jakarta Utara 10-12 cm per tahun. Ada kenaikan permukaan air laut setiap tahunnya.

"Kan saya pernah bilang dulu 15 tahun lagi akan tenggelam, atau kita harus bikin tanggul karena tidak ada satupun sungai di Jakarta yang bisa mengaliri ke laut dengan kecepatan penurunan tanah 10-13 cm per tahun," kata Basuki di Istana Bogor, Rabu (21/1/2018).

Dengan penurunan permukaan tanah itu, kata Basuki maka muncul program National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) atau tanggul laut raksasa sebagai langkah antisipasi.

"NCICD itu tanggul laut, itu betul Pak Prabowo kalau menurut hitungan, makanya ada istilah NCICD sebagai protection, jadi bukan untuk banjir atau untuk apa, tapi penanggulangan lingkungan," tambah dia.

Bambang Brodjonegoro

Bambang berbicara tentang Jakarta tenggelam jauh sebelum Prabowo. Kala iti dia tengah meninjau pembangunan proyek tanggul pengamanan pantai paket 2 di Kalibaru Cilincing, Jakarta Utara. Bambang dijadwalkan hadir bersama dengan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno.

Sambil menunggu Sandiaga yang belum tiba di lokasi, Bambang diberikan penjelasan terlebih dahulu mengenai kondisi pembangunan proyek tanggul pengaman pantai Jakarta dan rencana pembangunan ke depannya.

"Dengan bahaya tingkat penurunan permukaan tanah di Jakarta yang saat ini semakin meningkat, pada tahun 2030, kondisinya Jakarta akan terkena ancaman banjir dari laut di seluruh wilayah Jakarta Utara. Lalu ada juga potensi banjir yang datang dari gunung. Jadi dia akan terancam banjir besar dari dua arah, di mana Jakarta utara dan sebagian wilayah Jakarta Pusat akan terdampak," kata Bambang kepada Sandi, di dalam ruang rapat lokasi proyek di Kalibaru, Jakarta Utara, Jumat (8/12/2017).

Kata Bambang, untuk menyelamatkan Jakarta dari bahaya tenggelam atau banjir besar tak cukup hanya dilakukan lewat pembangunan tanggul pantai. Pasalnya, kecepatan penurunan permukaan air tanah tak bisa terfasilitasi oleh tingginya tanggul pengaman pantai yang telah dibangun. Hal tersebut telah terbukti di wilayah Kalibaru pada November lalu yang wilayahnya terkena limpahan banjir rob.

"Jadi kuncinya bukan cuma bangun tanggul. Bukan tanggulnya juga yang kurang tinggi tapi tanahnya yang turun. Jadi tinggi muka air laut terus naik dari 233 cm ke 255 cm di 2017. Itu terjadi karena serapan air tanah itu terus berkurang," tutur Bambang.