Deretan Tanaman Hias RI Paling Laku Diekspor, Mau Coba Tanam?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Minggu, 01 Agu 2021 21:18 WIB
Ilustrasi bunga curcuma
Foto: Getty Images/iStockphoto/Noi_Pattanan
Jakarta -

Ekspor tanaman hias cukup menggiurkan, hal ini bisa menjadi peluang bisnis yang menjanjikan. Apalagi, peluang ini nyatanya belum banyak digarap di Indonesia.

Datanya, permintaan tanaman hias secara global nilainya mencapai US$ 7,8 juta di dunia atau sekitar Rp 113 triliun. Namun, di Indonesia cuma memiliki market share sekitar 0,08% saja di seluruh dunia, artinya belum banyak pengusaha yang mau ekspor tanaman hias.

Salah satu perusahaan yang sukses menjadi eksportir tanaman hias adalah Minaqu Home Nature asal Bogor, Jawa Barat. CEO Minaqu Ade Wardhana Adinata mengatakan bisnis ekspor tanaman hias di Indonesia masih minim persaingan. Kebanyakan pengusaha tanaman hias hanya bersaing di pasar lokal padahal pasar dunia lebih menggiurkan.

"Jangan memandang bisnis ini musiman, permintaannya dari luar banyak lho. Jangan melihat secara zoom, tapi wide, bertarung jangan di negeri sendiri, kita harus ekspor," kata Ade dalam webinar Festival Ide Bisnis detikcom yang bekerja sama dengan BNI, Minggu (1/8/2021).

Ade memaparkan di Asia Tenggara, Indonesia sebagai negara dengan keanekaragaman hayati harus kalah saing dengan Thailand, Vietnam, dan Singapura dalam hal ekspor tanaman hias. Singapura saja, negara yang minim sumber daya bisa menguasai 5% pasar tanaman hias dunia, Indonesia cuma 0,08%.

"Kalau dicek datanya, Belanda itu kuasai 40% pasar global. Mereka saat ini fokus ke bisnis tanaman hias ini daripada tanam buah-buahan atau yang lain. Di Belanda ini pemasukan terbesar bagi mereka, jadi komoditas andalan," ungkap Ade.

Lebih lanjut Ade memberikan bocoran beberapa tanaman hias yang saat ini digandrungi di dunia. Menurutnya, di belahan dunia barat mulai dari Amerika Serikat hingga Eropa memelihara tanaman hias telah menjadi hobi dan kemewahan baru. Mereka akan dengan senang hati mengeluarkan uang banyak demi membeli tanaman hias dengan kualitas jempolan.

Menurutnya, saat ini tanaman hias yang paling digandrungi masyarakat global adalah dari jenis Araceae. Mulai dari Scindapsus hingga Rhapidopora. Bagi yang berminat mulai bisa mencari info mengenai tanaman ini dan mulai menanamnya.

"Kami hanya ekspor yang diminati masyarakat global, para pecinta tanaman hias. saat ini yang digandrungi adalah sejenis Araceae. Misalnya Scindapsus, Alokasia, Philodendron, Rhapidopora, dan lain-lain," ungkap Ade.

Menurutnya, bila ingin memulai bisnis ekspor tanaman hias tidak sulit. Minaqu saja yang dibesutnya sejak November 2019, hanya butuh modal Rp 500 ribu dan halaman belakang rumah, itupun tak makan tempat yang banyak.

"Dari modal Rp 500 ribu itu, dalam 10 bulan jadi Rp 5 miliar. Menduplikasi bisnis ini mudah, yang penting kolaborasi, kita nggak mungkin sukses sendiri. Kami kolaborasi dengan petani, dengan perbankan, pemerintah, dan semua stakeholder," papar Ade.

Kini Ade bukan hanya bertani, namun perusahaannya saat ini mulai melakukan ekspansi untuk menjadi penghubung bagi para petani lokal dengan distributor tanaman hias di luar negeri. Dia mengatakan pihaknya akan meluncurkan marketplace untuk ekspor tanaman hias dalam waktu dekat.

"Saat ini ada ribuan petani lokal yang jadi mitra kami. Nanti, dalam waktu dekat kami akan membuat marketplace, bisa jadi penghubung distributor di berbagai negara dengan para petani di sini secara real time," jelas Ade.

(hal/dna)