Tambahan Impor Gula Bulog Ditanggapi Pesimistis

Tambahan Impor Gula Bulog Ditanggapi Pesimistis

- detikFinance
Selasa, 28 Mar 2006 06:21 WIB
Jakarta - Bulog mendapatkan tambahan impor gula berdasarkan keputusan Menteri Perdagangan. Padahal Bulog belum merealisasikan izin impor 55 ribu ton gula yang jatuh tempo 31 April 2006. Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) langsung pesimistis."Kenapa ada izin impor tambahan? Alasannya karena Bulog tidak mau melepaskan izinnya, walaupun semua pesimis pada 31 april 2006 Bulog dapat merealisasikannya," ujar salah satu Ketua APTRI Arum Sabil, Senin (27/3/2006).APTRI turut hadir dalam rapat laporan realisasi impor dari pelaku impor di Departemen Perdagangan, Jalan Ridwan Rais, Jakarta Pusat. Menurut Arum, sikap pesimis ini dikarenakan kontrak Bulog baru ditandatangani dua minggu lalu.Harga cost in freight (CIS) yang dipakai Bulog adalah US$ 420 per matrik ton dan harga free on board (FOB) US$ 450 per matrik ton. Sedangkan harga CIS sekarang US$ 505 per matrik ton."Dengan logika ini, barang tidak akan datang kecuali ada mukjizat. Dengan harga eceran gula tertinggi Rp 6000 per kilo, tidak mungkin Bulog bisa menjual," tukas Arum.Izin baru untuk Bulog, menurutnya membuat importir terdaftar ikut memikul beban. Tambahan izin ini tidak terpikirkan dan diinginkan oleh petani. Namun, tampaknya Mendag melakukan ini untuk mencegah kelangkaan gula.Sementara Bulog tetap optimis dengan situasi yang ada. Bulog berharap dapat memasukan gula ke Indonesia sebelum izin berakhir 31 April mendatang. "Kita sudah menutup kontrak 45 ribu ton gula yang akan datang," ujar Direktur Pengembangan IT Bulog Tito Pranolo. Saat didesak wartawan, dia mengaku Bulog belum merealisasikan dengan alasan harga ionternasional yang terus naik.Direktur PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) Heinrych Napitupulu memiliki kondisi yang lebih baik. BUMN ini juga memiliki izin impor 55 ribu ton gula. PT PPI telah merealisasikan 20 ribu ton gula dan akan ada 10 ribu ton gula yang akan masuk karena sudah ada kontrak. Total realisasi telah mencapai 30 ribu ton gula."Ada shortage 20 ribu ton, karena pada bulan April diperkirakan ada kontrak 4 sampai 6 ribu ton," tandasnya. (fay/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads