PPKM Dilanjut, 75% Warteg Diramal Bangkrut

Aulia Damayanti - detikFinance
Selasa, 03 Agu 2021 05:30 WIB
PPKM level 4 akan berakhir hari ini. Begini suasana kawasan bundaran Hotel Indonesia, Pasar Mete, dan Warteg di Jakarta.
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Presiden Joko Widodo resmi memperpanjang PPKM berlevel dari 3 hingga 9 Agustus 2021. Pengusaha kecil pun sebelumnya mengatakan menyerah jika PPKM diperpanjang.

Ketua Umum Komunitas Warung Tegal Nusantara (Kowantara) Mukroni, mengungkap jika PPKM diperpanjang imbasnya 75% warteg akan bangkrut.

"Kemarin itu kan sudah 50% warteg tutup imbas pandemi. Kalau PPKM diperpanjang lagi itu bisa sampai 75% tutup, nanti bisa mengibarkan bendera putih kami ini," kata Mukroni, kepada detikcom, Senin (2/8/2021).

Mukroni mengatakan opsi jam makan di warteg selama 20 menit tidak berpengaruh karena jumlah pendapatan warteg juga sudah anjlok sebanyak 50%-90%. Hal itu disebabkan karena daya beli masyarakat yang turun selama PPKM.

"Pemerintah coba memberikan solusi yang pas, jangan uji coba, kaya ayam gebrak ini, semakin lucu, makan diberikan 20 menit itu kan nggak ada esensi. Pendapatan kita sudah anjlok 50%-90%, gara-gara daya beli masyarakat yang memang turun," jelas dia.

Meski demikian, Mukroni mengungkap pedagang warteg mematuhi apa keputusan pemerintah jika PPKM diperpanjang. Namun dia meminta ada solusi agar usaha warteg tidak kolaps.

"Sebenarnya kami nurut pemerintah, tetapi pemerintah harus memberikan solusi juga agar kami-kami ini tidak semakin ambruk gitu," katanya.

Selain itu dia berharap pemerintah untuk memberikan stimulus dan insentif jika memang PPKM Level 4 diperpanjang. Dia juga meminta bantuaan itu bisa dipercepat peluncurannya kepada pedagang.

"Kalau diperpanjang, apa stimulusnya apa insentifnya bagi teman-teman pedagang. Esensinya kan rakat dikasih duit, dikasih modal, karena kan ada cicilan listrik yang harus dibayarkan pengusaha warteg juga," pungkasnya.

Sebagai informasi, PPKM berlevel diperpanjang oleh Jokowi. Dia pun menegaskan pemerintah tetap memberikan bantuan kepada masyarakat, dari bantuan sosial hingga PKH. Tidak hanya itu, Jokowi juga memastikan bantuan sosial tunai, BLT, desa, hingga bantuan untuk pelaku usaha mikro seperti warung.

"Bantuan untuk usaha mikro kecil, PKL, dan warung bantuan upah subsidi mulai berjalan dan program banpres produktif usaha mikro sudah mulai diluncurkan pada 30 Juli yang lalu," ucap Jokowi pada konferensi pers, Senin (2/8).

Simak Video: Sederet Alasan Jokowi Hingga Putuskan Lanjutkan PPKM Level 4

[Gambas:Video 20detik]



(zlf/zlf)