Bukan Dolar AS, RI-Malaysia Kini Transaksi Banyak Pakai Uang Ini

Geordi Oswaldo - detikFinance
Selasa, 03 Agu 2021 13:52 WIB
Pelabuhan Patimban ditargetkan siap layani kegiatan ekspor-impor mulai Desember 2020 mendatang. Pembangunan pelabuhan itu terus dikebut agar dapat penuhi target
Foto: ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISI
Jakarta -

Pemerintah Indonesia dan Malaysia secara resmi telah menyepakati penguatan kerangka penyelesaian transaksi menggunakan mata uang lokal yakni Rupiah-Ringgit. Artinya kedua bank sentral dari RI dan Malaysia, yakni Bank Indonesia (BI) dan Bank Negara Malaysia (BNM), sepakat untuk tidak lagi menggunakan kurs dollar dalam transaksi antar kedua negara.

Kerangka transaksi menggunakan mata uang lokal atau biasa dikenal dengan Local Currency Settlement (LCS) ini sendiri merupakan penyelesaian transaksi perdagangan antara dua negara yang dilakukan dalam mata uang masing-masing negara di mana setelmen transaksinya dilakukan di dalam yurisdiksi wilayah negara masing-masing.

Melalui siaran resminya, Bank Indonesia (BI) menjelaskan kalau sebenarnya LCS antara Indonesia dan Malaysia sudah diimplementasikan sejak 2 Januari 2018. Hanya saja saat ini LCS antar kedua negara kini telah diperluas mencakup underlying transaksi LCS dengan menambahkan investasi langsung dan income transfer (termasuk remitansi).

Sedangkan untuk income transfer yang dimaksud terdiri dari primary income, yang antara lain kompensasi tenaga kerja dan pendapatan investasi, dan secondary income, antara lain sektor pemerintah dan sektor lainnya (transfer personal/remitansi dan transfer lainnya). Selain itu, penguatan kerja sama LCS ini juga meliputi pelonggaran aturan transaksi valas antara lain terkait perluasan instrumen lindung nilai dan peningkatan threshold nilai transaksi tanpa dokumen underlying sampai dengan US$ 200.000 atau sekitar Rp 2,9 miliar per transaksi.

"Penguatan kerangka LCS dalam Rupiah-Ringgit mulai berlaku efektif sejak 2 Agustus 2021," jelas BI dalam siaran resminya, Senin (2/8/2021).

Selain itu BI juga menjelaskan bahwa strategi penguatan kerangka kerja sama LCS ini merupakan komitmen yang berkelanjutan dari upaya bersama oleh kedua bank sentral dalam mendorong penggunaan mata uang lokal yang lebih luas kepada pelaku usaha dan individu untuk memfasilitasi dan meningkatkan perdagangan dan investasi langsung antara Indonesia dan Malaysia.

Lihat juga video 'Pemalsu Dolar AS di Bekasi Sudah Edarkan Uang Senilai Total Rp 78 M':

[Gambas:Video 20detik]



(zlf/zlf)