Kronologi Kasus Dugaan Penipuan Alfamart hingga Seret 2 Direktur

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Rabu, 04 Agu 2021 15:59 WIB
Logo Alfamart
Foto: alfamartku.com
Jakarta -

PT Sumber Alfaria Trijaya (Tbk) atau Alfamart terseret kasus franchise atau waralaba dari sebuah perusahaan yang pernah bermitra.

Dua orang direksi disebut melakukan penipuan terhadap CV Andalus Makmur Indonesia. Pihak manajemen membantah tuduhan tersebut.

"Isi dari berita tersebut tidak benar dan tidak berdasar," ujar Alfamart dikutip dari keterbukaan informasi BEI, dikutip Rabu (4/8/2021).

Corporate Affair Director Sumber Alfaria Trijaya, Solihin menyebut hingga saat ini belum mendapat panggilan pihak kepolisian. Hingga saat ini yang dilaporkan masih menjadi Direktur Keuangan dan Direktur Franchise.

Solihin mengungkapkan jika Andalus Makmur Indonesia melaporkan Alfamart karena dianggap melakukan penipuan. Namun harus dibuktikan lebih dulu.

Dia menyebut dalam menerima laporan, polisi tidak bisa tanpa menerima bukti. "Karena dia yang melaporkan silakan saja mengajukan bukti-bukti. Artinya dianggap nanti akan polisi menindaklanjuti kalau sudah memenuhi unsur yang diajukan memenuhi atau tidak," jelasnya.

Bagaimana kronologinya?

Pihak Alfamart juga menyampaikan kronologi lengkap terkait masalah dengan CV Andalus Makmur Indonesia ini. Ihlen Manurung sebagai penerima waralaba telah meneken perjanjian pada 2013.

Kemudian pada September 2018 penerima waralaba mengirimkan surat permintaan penutupan toko dan mengajukan permintaan untuk lokasi toko yang disewakan ke perseroan.

Akhirnya perjanjian sewa menyewa ini dibatalkan akibat persoalan dari Ihlen Manurung. Kemudian pada Oktober 2018 telah dilakukan penghitungan tutup toko Lengkong Gudang Timur. Lalu Desember 2018 dilakukan pengiriman data-data perhitungan toko tutup kepada waralaba.

Pada 2019 Ihlen mengirimkan surat kepada perseroan untuk permintaan data-data dan Rekening Koran dan perseroan untuk mengirimkan surat balasan atas surat yang dikirimkan Manurung terkait permintaan data dan Rekening Koran pada Februari 2019.

Telah digelar pertemuan di Kantor Pusat Alfamart di Alam Sutera - Tangerang untuk penjelasan kembali mengenai nilai akhir perhitungan tutup toko tersebut. Pihak waralaba keberatan dengan hasil perhitungan tutup toko.

Pada Maret 2019 Alfamart mengajak berdiskusi kembali mengenai perhitungan tutup toko Lengkong Gudang Timur. Akan tetapi Franchisee menolak bertemu langsung.

(kil/zlf)