Bantuan UKT Rp 2,4 Juta Siap Cair, Cara Dapatnya Gimana?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Rabu, 04 Agu 2021 18:05 WIB
Jakarta -

Bantuan sosial bagi mahasiswa yang kesulitan membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) disiapkan pemerintah. Anggaran sebesar Rp 745,2 miliar disiapkan untuk program bantuan ini.

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim mengatakan bantuan ini akan mulai disalurkan per bulan September 2021 kepada seluruh mahasiswa yang ada di perguruan tinggi di Indonesia.

"Mendengar keluhan mahasiswa karena dampak ekonomi COVID-19 ini kami merespons dengan membuat bantuan uang kuliah tunggal atau UKT yang kami lanjutkan. Mulai September 2021 kami akan menyalurkan Rp 745 miliar rupiah untuk bantuan UKT bagi mahasiswa yang terdampak COVID-19," ungkap Nadiem dalam konferensi pers virtual, Rabu (4/8/2021).

Nadiem menjelaskan bantuan diberikan sesuai dengan jumlah tagihan UKT per semester. Namun, bantuan ini hanya akan diberikan maksimal Rp 2,4 juta per mahasiswa. Bila ada mahasiswa yang UKT-nya di atas Rp 2,4 juta, sisa tagihan UKT dikembalikan kepada pihak perguruan tinggi.

"Bantuan diberikan at cost atau sesuai besaran UKT, dengan batas maksimal Rp 2,4 juta per mahasiswa. Jika lebih besar dari itu maka selisih dari UKT itu merupakan kebijakan perguruan tinggi sesuai kondisi mahasiswa," jelas Nadiem.

Bantuan ini akan diberikan kepada mahasiswa aktif yang kesulitan membayar kuliah dan belum mendapatkan bantuan apapun. Mahasiswa yang sudah lebih dahulu mendapatkan bantuan KIP Kuliah, Bidik Misi, ataupun beasiswa dari pemerintah dalam bentuk lainnya tidak diperkenankan mengikuti program ini.

Bagaimana cara mendapatkan bantuannya? Mahasiswa yang bersangkutan harus mengajukan dan mendaftar diri kepada pihak perguruan tinggi. Nantinya, pihak perguruan tinggi akan mengajukan ke Kemendikbud Ristek untuk diproses pencairannya.

"Mahasiswa yang memerlukan bantuan UKT, mendaftarkan diri ke pimpinan perguruan tinggi masing-masing. Kemudian pimpinan perguruan tinggi akan mengajukan penerima bantuan UKT ke kami," papar Nadiem.

"Selanjutnya, kami akan salurkan langsung ke perguruan tinggi masing-masing," ungkapnya.

Nadiem berharap dengan bantuan ini tidak ada lagi mahasiswa yang terpaksa drop out kuliah karena tidak bisa membayar UKT per semester.

"Jadi kami harap dengan bantuan ini tidak ada lagi mahasiswa yang drop out karena tidak bisa bayar kuliah," ujar Nadiem.

(hal/dna)