Bansos Kuota Internet Cair Lagi Mulai September, Dapat Berapa Giga?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Rabu, 04 Agu 2021 18:33 WIB
Jakarta -

Bantuan sosial kuota internet untuk siswa, mahasiswa, guru, dan dosen bakal cair lagi mulai bulan September mendatang. Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim menyatakan bantuan ini akan diberikan hingga bulan November.

Nadiem mengatakan bantuan bakal cair sebulan sekali di tanggal 11-15 tiap bulannya. Lalu berapa besaran bantuan yang akan didapatkan?

Nadiem menjelaskan besaran bantuan untuk peserta didik PAUD akan mendapatkan kuota 7 GB per bulan, kemudian untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah 10 GB per bulan. Lalu untuk pendidik PAUD, jenjang pendidikan dasar dan menengah mendapatkan 12 GB per bulan.

"Untuk perguruan tinggi, mahasiswa dan dosen akan mendapatkan 15 GB per bulan," ungkap Nadiem dalam konferensi pers virtual, Rabu (4/8/2021).

Dia melanjutkan pemerintah memberikan kuota bentuknya umum agar bisa mendukung fleksibilitas penggunaannya. Namun, ada juga laman atau aplikasi yang dilarang untuk digunakan.

"Bentuknya kuota umum untuk digunakan akses semua laman dan aplikasi. Kecuali yang diblokir Kemkominfo dan ada beberapa aplikasi yang sifatnya tidak untuk pendidikan yang kita keluarkan dari pemakaian," papar Nadiem.

Di sisi lain, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memaparkan program bantuan ini menghabiskan anggaran sebesar Rp 2,3 triliun. Rincinya, bantuan untuk siswa PAUD akan diberikan kepada 1.529.949 orang dengan anggaran Rp 88,35 miliar.

Kemudian untuk siswa pendidikan jenjang dasar dan menengah akan diberikan kepada 20.528.602 orang dengan anggaran Rp 1,69 triliun. Lalu untuk pendidik jenjang dasar dan menengah ada sekitar 1.560.073 orang guru yang mendapatkan bantuan kuota dengan anggaran Rp 154 miliar.

Sedangkan untuk dosen dan mahasiswa jumlah targetnya ada 3.272.620 orang dengan anggaran sebesar Rp 404,9 miliar.

"Jadi kuota internet ini mencakup 26.891.244 orang dari Kemdikbud, dan anggarannya Rp 2,3 triliun," papar Sri Mulyani dalam acara yang sama.

(hal/dna)