Balada Pesawat Kepresidenan Dicat Ulang, Ini 5 Hal yang Wajib Kamu Tahu

Aulia Damayanti - detikFinance
Rabu, 04 Agu 2021 21:00 WIB
pesawat kepresidenan
Foto: Dok. @alvinlie21
Jakarta -

Pesawat kepresidenan RI yang dicat ulang menjadi warna merah putih dari sebelumnya biru muda bikin ramai. Pihak Istana mengungkap rencana cat ulang untuk pesawat BJJ2 itu direncanakan sejak 2019.

Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono pada 2019 pesawat BJJ 2 belum masuk dalam jadwal perawatan rutin. Perawatan rutin pesawat BBJ 2, yang jatuh pada 2021, merupakan perawatan Check C sesuai rekomendasi pabrik.

Lantas seberapa penting sebuah pesawat harus dicat ulang? Berikut fakta-faktanya:

1. Pemasaran

Mengutip dari situs produsen pesawat Boeing, Rabu (4/8/2021), keputusan untuk mengecat pesawat disebut memerlukan beberapa pertimbangan, mulai dari pemasaran, ekonomi, dan lingkungan.

Untuk pemasaran, warna, pola, dan simbol yang ada di luar pesawat diperlukan untuk menyampaikan citra kepada publik. Maka dengan begitu identitas maskapai bisa diidentifikasi di bandara manapun dan dikenal selama bertahun-tahun.

2. Dicat Ulang Setelah 4 Tahun

Umumnya, pesawat dicat ulang empat tahun setelah warna yang lama dan biasanya memang sudah terjadwal. Tetapi tidak semua operator pesawat melakukan pengecatan ulang pada body pesawat.

3. Perlu Biaya Ekstra

Sisi ekonomi, ada biaya yang akan dikeluarkan untuk pengecatan pesawat hingga pemeliharaan. Tidak hanya cat pesawat biasa tetapi diperlukan cat pelindung yang digunakan di area tertentu untuk mencegah korosi, dan digunakan pada semua komposit untuk mencegah erosi dan masuknya uap air.
Selain biaya pengecatan, ada juga biaya tenaga kerja, cat, keperluan primer, bahan penutup, dan pembuangan bahan habis pakai. Karena biaya yang harus dikeluarkan banyak, beberapa operator pesawat tidak mengecat ulang pesawatnya. Mereka lebih memilih untuk mengamplas bagian body pesawat yang lecet.

4. Perawatan

Namun, pesawat yang dipoles atau pun dicat keduanya perlu dicuci secara teratur untuk menjaga permukaan luarnya. Tetapi, demi penampilan dan citra, tidak jarang pesawat yang dipoles dicuci dua kali lebih sering daripada pesawat yang dicat penuh.

5. Sis Buruk Cat Ulang Pesawat

Ada sisi buruk saat pesawat dicat ulang, pada dasarnya pesawat tidak boleh dibebankan lebih dari dua lapis cat. Dengan lebih dari dua lapisan, efisiensi pengoperasian pesawat menurun, pemeriksaan menjadi lebih sulit, dan korosi dapat dimulai pada serpihan yang tertinggal di bawah lapisan atas yang baru.

"Penumpukan cat yang berlebihan menjadi perhatian khusus pada pesawat yang menua, karena penumpukan tersebut dapat menyebabkan kesulitan selama pemeriksaan deretan paku keling dan sambungan pangkuan yang menghubungkan panel badan pesawat," jelas web Boeing.

(eds/eds)