Kalla Minta Pembangunan Jalan Tol 1000 Km Dipercepat
Selasa, 28 Mar 2006 14:08 WIB
Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla menginstruksikan PT Jasa Marga (Persero) untuk mempercepat pembangunan jalan tol trans Jawa sepanjang 1000 kilometer (km). Kalla meminta tahun 2009 proyek jalan tersebut selesai dibuat."Tanpa jalan tol seperti di media massa, jalur pantura rusak. Jadi 1.000 km jalan tol itu mutlak dibikin dalam tiga tahun. Jasa marga harus keluarkan dana, cari obligasi gunakan Sukuk (ibligasi syariah) biayai itu semua. Harus jalan," kata Wapres Jusuf Kalla.Kalla mengatakan hal itu usai menerima pemaparan dari jajaran Direksi Jasa Marga, di Kantor Pusat Jasa Marga, Jalan Raya Taman Mini, Jakarta Timur, Selasa (28/3/2006). Acara dihadiri juga oleh Menko Perekonomian Boediono, Menkeu Sri Muyani, Menteri Pekerjaan Umum Joko Kirmanto dan Menneg BUMN Sugiharto.Kalla mengakui, untuk merealisasikan proyek ini akan mengalami hambatan seperti kesulitan pembebasan lahan."Itulah yang harus dilancarkan. Tergantung besarnya dana. Pelaksanaannya harus sesuai aturan UU, tapi juga jelas untuk kepentingan publik," ujar Kalla. Sementara Menteri PU Joko Kirmanto mengakui bahwa dalam pertemuan tadi, Wapres mengistruksikan agar Departemen PU segera memulai pembangunan tol 1.000km. Terutama jalur pantura Jawa dan menyelesaikan Jakarta Outer Ring Road (JORR).Menurut Joko, untuk pendanan, nantinya Jasa Marga akan menjual sebagian jalan tolnya. "Uangnya akan dipakai untuk membebaskan tanah dulu, lalu uangnya diganti oleh investor yang menangani. Tanahnya nanti dibebaskan pemerintah, dibayari Jasa Marga lalu diganti oleh investor. Jadi revolving fund dipegang Jasa Marga," papar Joko. Jumlah revolving fund yang harus disediakan Jasa Marga, menurut Joko, hitungan sementara memerlukan biaya Rp 4-6 triliun.Sementara untuk mengatasi kerusakan di jalur pantura dan jalan lintas timur (jalintim) Sumatera, Departemen PU ungkap Joko, saat ini sedang menutup lubang-lubang akibat terkikis air. Terutama untuk jalur sepanjang Palembang-Jambi yang kerusakannya mencapai 20 km. Joko menjelaskan, untuk membuat jalan awet sampai bertahun-tahun tidak bisa dikerjakan dalam waktu setahun. "Mungkin tahun ini baru 7 km. Sisanya tahun depan. Jadi memang tiap tahun kita akan hadapi hal-hal demikian. Karena pendanaan kita terbatas, kita mulai dari prioritas dan bertahap. Gak bisa selesai dalam satu tahun anggaran," papar Joko.
(ir/)











































