Erick Angkat Pensiunan Jenderal Polri dan Eks DPR Jadi Komisaris KBN

Danang Sugianto - detikFinance
Kamis, 05 Agu 2021 14:22 WIB
Sejumlah tamu beraktivitas di dekat logo baru Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (2/7/2020). Kementerian BUMN meluncurkan logo baru pada Rabu (1/7) yang menjadi simbolisasi dari visi dan misi kementerian maupun seluruh BUMN dalam menatap era kekinian yang penuh tantangan sekaligus kesempatan. ANATAR FOTO/Aprillio Akbar/nz
Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Jakarta -

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir merombak susunan komisaris PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN). Ada dua sosok baru yang duduk dalam jajaran komisaris BUMN kawasan industri tersebut.

Informasi itu didapat dari akun Instagram resmi KBN @kbnpersero. Dalam unggahan IG story terpampang wajah Irjenpol (P) Deden Djuhara sebagai komisaris utama dan Erik Satrya Wardhana sebagai komisaris.

Deden menggantikan posisi Irjenpol (P) Ngadino yang sudah menjabat sebagai komut KBN sejak 2016. Sementara Erik menggantikan Ermaya Suradinata yang juga diangkat sejak 2016.

Melansir CNBC Indonesia, Deden Djuhara sebelumnya menjabat sebagai Karo Pers Polda Jabar, Widyaiswara Utama Sespim Lembaga Pendidikan Polri dan kemudian Kapolda Maluku (18 April 2017 - 8 Maret 2018). Sebelum pensiun, dia menjabat Asisten Operasi Kapolri (8 Maret 2018 - 22 Januari 2019).

Purnawirawan polisi kelahiran Bandung itu adalah lulusan Akademi Kepolisian 1985 dan berkarier awal-awal sebagai Kapolsek Jayapura Utara Polda Irian Jaya (1987) dan Kapolres Bojo­negoro Polda Jatim (2001).

Sementara Erik Satrya Wardhana dikenal sebagai Anggota DPR RI F-Hanura periode 2009-2014 sebagai tertulis di akun Twitter dan Facebook-nya.

Situs kepustakaan-presiden.perpusnas.go.id mencatat, Erik lulusan Universitas Indonesia tahun 2004 dan Universitas Padjadjaran 1983. Erik juga dikenal sebagai seorang peneliti di Institute of Democracy for Indonesia (IDI). Dia pernah menjabat Ketua DPP Partai Hanura.

Berdasarkan pemberitaan detikcom, Erik pernah diperiksa KPK sebagai saksi dalam dugaan penyelewengan penggunaan kuota Panitia Penyelenggara Ibadah Haji 2012 dan 2013 dengan tersangka mantan Menteri Agama Suryadharma Ali. Saat itu posisinya sebagai Anggota DPR dari Fraksi Hanura.

(das/dna)