Kuartal II Ekonomi RI Tumbuh 7,07%, Airlangga: Tabungan Genjot Akhir Tahun

Danang Sugianto - detikFinance
Kamis, 05 Agu 2021 17:41 WIB
Jakarta -

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto begitu menyambut baik capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II-2021 yang cukup tinggi. Capaian itu dianggap bisa menjadi tabungan untuk menggenjot ekonomi RI di tahun ini secara penuh.

"Pemerintah melihat kuartal IV adalah potensi untuk kita membalikkan keadaan lagi. Kita perkirakan di kuartal IV secara year on year itu ekonomi karena kita punya tabungan di kuartal II ini 7,07%, maka diharapkan angka 3,7% sampai dengan 4,5% year on year di akhir tahun bisa dicapai," tuturnya dalam konferensi pers, Kamis (5/8/2021).

Airlangga menjelaskan, capaian pertumbuhan ekonomi saat ini sangat bergantung pada kasus COVID-19. Sementara belakangan ini kasus COVID-19 di Indonesia meningkat drastis akibat varian delta.

"Di kuartal III ini sebagai akibat merebaknya varian delta, ini kita lihat tingkat kasus aktif di kuartal III ini naik di atas 500 ribu. Sehingga tentu di kuartal III ini kita lihat pertumbuhan ekonomi akan terdampak," terangnya.

Airlangga menjelaskan, ekonomi Indonesia bisa tumbuh 7,07% di kuartal II-2021 ketika kasus aktif COVID-19 di bawah 100 ribu. Sementara saat ini di awal kuartal III-2021 kasus aktif sudah tembus di atas 500 ribu.

"Nah diharapkan bahwa angka di atas 500 ribu ini dengan berbagai kegiatan yang dilakukan pemerintah, maka ini bisa ditekan ke bawah kembali dan pemerintah menargetkan bahwa angka kasus aktif ini juga bisa ditekan di bawah 200 ribu," tuturnya.

Airlangga yakin jika kasus aktif COVID-19 bisa ditekan maka laju ekonomi bisa digenjot kembali untuk kuartal IV-2021. Namun kuartal III-2021 cukup berat karena kebijakan pembatasan pergerakan masyarakat yakni PPKM masih terus dilakukan.

"Pemerintah mendorong PPKM level 4 dan 3 tergantung disiplin masyarakat, dan ini diharapkan pemerintah mendorong vaksinasi di Agustus yang disiapkan 73 dosis dan pemerintah tentu di sektor hilir meningkatkan kapasitas RS dan ketersediaan obat-obatan dan tenaga kesehatan," tuturnya.

(das/dna)