Kenapa Lays akan Berhenti Produksi?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Jumat, 06 Agu 2021 10:25 WIB
Lays Potato Chips
Foto: Getty Images
Jakarta -

Kenapa Lays akan berhenti produksi? Akhir bulan ini Lays, Cheetos, dan Dorritos bakal berhenti produksi di Indonesia.

Peredaran tiga snack favorit masyarakat ini akan dihentikan bulan depan. Hal ini pun menimbulkan pertanyaan, kenapa Lays berhenti produksi?

Dari catatan detikcom, produsen Lays, Cheetos hingga Doritos adalah PT Indofood Fritolay Makmur (IFL). Perusahaan tersebut bisa memproduksi Cheetos cs karena dikuasai oleh Fritolay Netherland Holding B.V., perusahaan afiliasi dari PepsiCo. Mudahnya, Fritolay Holding adalah pemilik merek Lays dkk.

Nah, pada Februari lalu seluruh saham PT Indofood Fritolay Makmur (IFL) dibeli PT Indofood CBP (ICBP) Sukses Makmur Tbk. Apabila seluruh saham IFL dibeli oleh ICBP, konsekuensinya kontrak merek dengan PepsiCo terputus.

Seiring dengan itu, PepsiCo dilarang memproduksi mengemas, menjual, memasarkan atau mendistribusikan produk makanan ringan apapun di Indonesia yang bersaing dengan produk IFL selama 3 tahun ke depan. Termasuk merek Lays, Cheetos, dan Doritos

Sebagai informasi, total saham IFL yang dibeli ICBP mencapai Rp 494 miliar atau sebanyak 49% dari total seluruh saham yang telah diterbitkan IFL. Dengan begitu, kepemilikan saham ICBP dalam IFL menjadi 99,99% dari total seluruh saham yang diterbitkan IFL.

Hal itu diumumkan oleh Corporate Secretary ICBP Gideon A. Putro dalam keterangan resminya di keterbukaan informasi BEI Februari lalu.

"Sehubungan dengan dilakukannya transaksi, maka IFL akan mengakhiri perjanjian lisensi dengan PepsiCo, yang harus sudah diselesaikan dalam waktu 6 bulan dari sejak tanggal dilakukannya transaksi," kata Gideon, Februari lalu.

Jika dihitung dari tanggal transaksi Februari lalu, maka mulai akhir bulan Agustus 2021 ini produksi PepsiCo seperti Lays, Doritos, hingga Cheetos harus setop. Bulan ini menjadi bulan terakhir tiga merek itu beredar di Indonesia.

Alasan kenapa ICBP membeli seluruh saham IFL, awalnya karena tawaran dari Fritolay untuk memborong sahamnya. Menurut perusahaan, IFL memiliki potensi pertumbuhan yang baik dan merek-merek produksinya juga sudah terkenal di pasaran Indonesia.

"Mempertimbangkan pentingnya kegiatan usaha makanan ringan (seperti Lays) di dalam portofolio perseroan mengingat potensi pertumbuhan yang baik dan posisi perusahaan sebagai pemimpin pasar di kategori ini. Maka perseroan memutuskan untuk menerima tawaran yang diajukan oleh Fritolay," kata Gideon.



Simak Video "Selamat Tinggal! Cheetos, Lays dan Doritos Tak Lagi Dijual di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(ang/ang)