Alasan Setop Investasi Bitcoin Cs: Lebih Berisiko!

dtv - detikFinance
Jumat, 06 Agu 2021 12:20 WIB
Jakarta -

Young Investor Timothy Ronald membeberkan alasan resiko investasi kripto dibanding instrumen lain. Meski begitu, ada cara untuk meminimalisir resiko tersebut. Simak penjelasan lengkapnya.

"Menurut saya yang orang lebih konsen ke market dan coba ke kripto waktunya kalau di saham kita tahu ada jam, ada jam istirahat buat makan siang, kita juga santai-santai nanti sore. Sedangkan di kripto ini berbeda," ujar Timothy dalam acara d'Mentor detikcom, Rabu (4//8/2021).

Timothy mengungkapkan pengalaman investasi kripto dari sembilan tahun lalu, nilai koinnya bertambah dari tahun ke tahun. Namun setelah lima tahun berlalu peristiwa yang membuat harga koin jatuh hingga 100 persen.

"Pas tahun 2017, kita tahu semua ada crash yang luar biasa besar waktu itu jadi bitcoin dari harga 400 sampai 500 juta hancur semua langsung jadi puluhan juta, karena saya alami itu. itu terjadi jam 5 pagi di waktu Indonesia dan saya ingat waktu itu telepon genggam saya bunyi oh ini turun semua," kata Timothy.

Menurut Timothy investasi kripto berbeda dengan instrumen saham, yang mana ada pembatasan batas minimum dan maksimum. Sedangkan di kripto tidak ada batasan.

"Di Kripto enggak ada, dan bisa terjun kapan saja. Bisa aja lagi tidur terjun lagi santai-santai terjun jadi kalau saya rasa enggak bisa kapasitas semua orang kalau 24 jam begitu. Kalau saya selama pasar saham buka saya pasti pantau, tapi kalau saya pribadi investasi di kripto saya cari investasi di kripto untuk saya hold jangka panjang, itu untuk saya pribadi," papar dia.

Selain itu resiko investasi kripto kata Timothy adalah disiplin manajemen uang yang baik. Kalau kalian tidak bisa mengelola uang dengan baik, maka tidak akan bisa buat perencanaan atau target investasi.

"Karena begini kalau di dunia investasi yang paling penting kita bisa mengatur downside bukan mencari upside yang tinggi. Tapi kita jangan hilang duit dulu di awal-awal. Di dunia ini banyak banget teman-teman yang mau melek investasi mau coba Yolo-Yolo (You Only Live Once) ibarat ke koin yang volatility banget, jadi kita harus cek dulu downside berapa supaya kita manage resiko masing-masing," tutup Timothy.

Simak video selengkapnya d'Mentor:

[Gambas:Video 20detik]



(edo/fua)