Hore! Ratusan Ribu Driver Gojek Dapat Bantuan Sembako Rp 25 Miliar

Tim Detikcom - detikFinance
Minggu, 08 Agu 2021 09:35 WIB
PT GO-JEK Indonesia selalu menjunjung tingkat keselamatan pengendara maupun penumpangnya. Kalau sering melanggar lalu lintas, pengendara GO-JEK bisa dilepas kemitraannya.
Untuk diketahui, menurut CEO and Founder PT GO-JEK Indonesia, pengendara GO-JEK bukan karyawannya, melainkan partner kerja. Jadi, pengendara ojek bisa mendapatkan penumpang dari orderan di aplikasi GO-JEK. lamhot aritonang/detikfoto
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta -

Driver ojol dari mendapatkan bantuan belanja sembako di tengah PPKM yang diberlakukan pemerintah. Ratusan ribu ojol dapat bantuan belanja sembako senilai Rp 25 miliar.

CEO Gojek Kevin Aluwi mengungkapkan, bantuan ini disalurkan secara cashless atau non-tunai, langsung ke akun ratusan ribu mitra driver di seluruh Indonesia dan dapat segera digunakan untuk membeli sembako atau kebutuhan lainnya.

"Dampak gelombang pandemi yang kembali naik, turut dirasakan oleh mitra driver Gojek. Tergerak oleh rasa solidaritas dan keinginan untuk terus mendukung mitra driver di masa penuh tantangan ini, kami luncurkan lagi bantuan belanja sembako bagi ratusan ribu mitra driver Gojek aktif di seluruh Indonesia. Bantuan ini merupakan kelanjutan dari rangkaian Program Kesejahteraan Mitra Driver yang telah dan terus berjalan untuk membantu mitra-mitra kami di masa pandemi ini, " ungkap Kevin dalam keterangannya, Minggu (8/8/2021).

Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengapresiasi inisiatif Gojek dalam memberikan dukungan terhadap mitra-mitranya di masa pandemi COVID-19.

"Semangat dan kepedulian untuk saling bahu-membahu yang ditunjukkan oleh Gojek dan mitranya, sangat dibutuhkan di masa-masa seperti ini. Terlebih para mitra pengemudi ojol turut berkontribusi menggerakkan roda perekonomian di masa sulit ini dengan mengantarkan berbagai kebutuhan seperti makanan, vitamin, dan barang-barang lainnya, kepada masyarakat yang harus membatasi mobilitasnya," jelas Budi.

Budi juga berharap, ini bisa jadi pemicu pihak atau perusahaan lain untuk memberikan bantuan.

"Bantuan belanja sembako yang didapat mitra pengemudi ini nantinya tidak hanya akan membantu satu pihak yaitu pengemudi sendiri. Tetapi, adanya transaksi belanja dan aktivitas ekonomi, tentu akan turut membantu pihak lain seperti misalnya, sektor UMKM dan sektor informal lainnya," ujar katanya.

Kevin menambahkan Program Kesejahteraan Mitra Driver yang berfokus pada tiga hal yakni penyediaan layanan dan perlengkapan kesehatan, keringanan beban biaya harian, dan bantuan pendapatan. Tiga inisiatif ini telah dilaksanakan melalui adanya Dana Bantuan Mitra senilai Rp 100 miliar yang diantaranya berasal dari donasi 25% gaji tahunan jajaran manajemen senior dan anggaran kenaikan gaji tahunan seluruh karyawan.

Di samping itu, Gojek terus bekerja sama dengan berbagai pihak, baik pemerintah maupun sektor swasta untuk dapat meminimalisasi dampak ekonomi yang disebabkan oleh pandemi. Misalnya melalui program relaksasi cicilan kendaraan, memastikan agar para mitra driver dapat berpartisipasi dalam skema bantuan pemerintah, hingga kolaborasi dengan pemerintah dan swasta untuk mengakselerasi vaksinasi COVID-19 bagi mitra driver.

"Sebagai karya anak bangsa, Gojek ingin dapat terus meneladani semangat gotong royong bangsa Indonesia. Sebagai keluarga besar, semangat ini pula yang terus kami jaga bersama dengan mitra driver. Terutama di periode penuh tantangan ini. Dengan modal penting itu kami berharap ekosistem Gojek dapat bertahan selama pandemi ini," tutup Kevin.



Simak Video "Yang Bikin AirAsia Ride Beda dari Grab dan Gojek"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)