Wamendag Usul Ada Diskon Belanja Online Buat yang Sudah Vaksin

Anisa Indraini - detikFinance
Minggu, 08 Agu 2021 21:30 WIB
Bisnis online
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Kementerian Perdagangan mendorong agar masyarakat yang sudah divaksin COVID-19 bisa mendapatkan diskon khusus saat belanja online. Hal itu untuk mendorong percepatan vaksinasi di Indonesia.

Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga mengatakan diskon belanja online ini akan menjadi insentif sekaligus apresiasi bagi masyarakat yang telah mendukung vaksinasi COVID-19 dalam rangka membentuk herd immunity.

"Kita perlu memacu agar masyarakat makin bersemangat mengikuti program vaksin pemerintah. Jadi insentif ini akan membantu secara langsung pembentukan herd immunity," kata Jerry dalam keterangan tertulis yang dikutip detikcom, Minggu (8/8/2021).

Usulan itu disambut baik oleh keempat platform online yakni Shopee, Tokopedia, Gojek dan Zalora. Mereka mengaku akan segera menindaklanjuti hal itu secara teknis.

Jerry juga mengaku siap untuk memberikan fasilitasi dalam koordinasi dengan pihak-pihak lain seperti Kementerian Kesehatan (Kesehatan), Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, dan lainnya. Selain untuk mendorong herd immunity, program ini juga diharapkan dapat menggairahkan belanja masyarakat dan pemulihan ekonomi bisa berjalan lebih baik lagi.

"Kalau ini bisa terwujud akan bagus sekali dalam perspektif sinergi dan kolaborasi dalam mitigasi pandemi ini. Dampaknya multiplier sekali dalam kedua sisi, kesehatan dan ekonomi," ucapnya.

Berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Indonesia tumbuh 7,07% pada kuartal II-2021. Jerry menilai ini sinyal bagus bagi Indonesia dan pihaknya mengaku akan terus meningkatkan kontribusi perdagangan dalam pemulihan ekonomi di semester kedua ini.

"Salah satunya kolaborasi yang dilakukan dengan berbagai asosiasi serta kementerian dan lembaga. Dorongan agar ada program diskon bagi konsumen belanja online diharapkan memberikan dampak konkret mengingat makin berkembangnya tren belanja online di Indonesia selama pandemi," tuturnya.

(aid/dna)