Usaha Macet, Pengusaha Travel Umrah Minta Subsidi

Deden Gunawan - detikFinance
Rabu, 11 Agu 2021 15:31 WIB
Muslim pilgrims pray around the Kaaba, the cubic building at the Grand Mosque, as they keep social distancing during the minor pilgrimage, known as Umrah, marking the holy month of Ramadan, in the Muslim holy city of Mecca, Saudi Arabia, Monday, April 12, 2021. During Ramadan, the holiest month in Islamic calendar, Muslims refrain from eating, drinking, smoking and sex from dawn to dusk. (AP Photo/Amr Nabil)
Foto: Dok. Pribadi: Firman M. Nur Ketua Umum AMPHURI (Asosiasi Muslim Penyelenggaran Haji dan Umrah RI)
Jakarta -

Pengusaha travel haji dan umrah meminta perhatian pemerintah. Mereka mengaku lebih awal terdampak pandemi COVID-19 namun merasa terabaikan.

"Sektor usaha umroh adalah usaha yang terdampak pertama kali akibat covid sejak 27 Februari 2020, ketika semua aktivitas masih normal di Indonesia sementara Arab Saudi sudah menutup diri," kata Ketua Umum Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI), Firman M. Nur.

Firman menegaskan, sampai saat ini pelaku usaha travel umroh dan haji belum mendapatkan apa pun baik subsidi, stimulus, atau insentif. Meraka sudah bersurat ke pemerintah untuk diperhatikan tapi tak kunjung mendapatkan respons.

"Selama 1,5 tahun sangat berat bagi seluruh perusahaan untuk tetap survive dan tetap menjalankan usahanya. Semoga ada solusi dari pemerintah sehingga penyelenggara -penyelenggara Umroh mendapatkan stimulus atau subsidi dari pemerintah," ujar Firman.

Dia melihat beberapa sektor usaha yang lain sudah mendapatkan berbagai macam keringanan, sedangkan sektor haji dan umroh belum. Dia mencontohkan bila pemerintah mengizinkan mereka memotong gaji karyawan untuk meringankan beban dan menghindari PHK tentu akan sangat membantu sekali.

"Misalnya dibuat edaran boleh melakukan pemotongan gaji tentu akan lebih mudah bagi kami. Kalau tidak akan menjadi berat sekali," ucap Firman.

Dia menyebut ada 56-60 ribu calon Jemaah umrah yang sejak 1,5 tahun menanti dengan sabar untuk bisa menunaikan ibadah ke Makkah dan Medinah di Arab Saudi.

Tapi ketika Arab Saudi mulai membuka pintu untuk Umrah, ternyata Indonesia belum termasuk yang diizinkan. Negara lain yang masih dilarang adalah India, Pakistan, Mesir, Lebanon, Argentina, Brasil, Afrika Selatan, dan Turki.

Menurut Konsul Jenderal RI di Jeddah Eko Hartono, para pengusaha di Arab Saudi pun sebetulnya ikut terpukul selama pandemi ini. Banyak hotel dan bisnis lainnya terkait haji dan umrah yang tidak beroperasi. Tapi pemerintah Kerajaan Saudi memberikan sejumlah keringanan seperti boleh memberikan gaji sekitar 60%, memotong pajak, hingga mengurangi biaya sewa di mal-mal untuk para tenant.



Simak Video "Blak-blakan Eko Hartono, Kok Malaysia Boleh Umrah?"
[Gambas:Video 20detik]
(ddg/hns)