Garuda RUPS Siang Ini, Bakal Ganti Direksi-Komisaris?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Jumat, 13 Agu 2021 09:39 WIB
pesawat garuda indonesia bermasker
Foto: (Syanti/detikcom)
Jakarta -

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) hari ini. Salah satu mata acara yang akan dilakukan dalam RUPS Garuda adalah perubahan pengurus perseroan.

Hal itu diketahui dari laporan Garuda dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia yang diunggah pada 22 Juli lalu. Garuda nampaknya akan melakukan perubahan direksi atau komisaris.

"Sesuai ketentuan Anggaran Dasar Pasal 11 ayat (10) dan Pasal 14 ayat (12) dan Undang-undang Perseroan Terbatas Pasal 94 dan Pasal 111 mata acara ini diwajibkan untuk diputuskan dalam RUPS," tulis Garuda dalam keterangannya kepada BEI, Jumat (13/8/2021).

Disebutkan RUPS akan dilakukan pada hari ini Jumat 13 Agustus di Ruang Auditorium, Gedung Manajemen, Lantai Dasar, Garuda City, Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang. RUPS dilakukan pukul 13.30 WIB sampai selesai.

Selain perubahan pengurus perseroan, ada 6 mata acara lainnya yang akan dilakukan. Mulai dari Persetujuan Laporan Tahunan Perseroan Tahun Buku 2020 dan penetapan tantiem untuk direksi-dewan komisaris perseroan tahun buku 2020 dan remunerasi berupa gaji dan fasilitas untuk anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan Tahun Buku 2021.

Kemudian, melakukan penunjukan kantor akuntan publik dan atau akuntan publik untuk mengaudit Laporan Keuangan Perseroan Tahun Buku 2021 dan Laporan Keuangan Pelaksanaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Perseroan Tahun Buku 2021.

Ada juga acara persetujuan perpanjangan pemberian wewenang dan kuasa kepada Dewan Komisaris Perseroan untuk menyatakan kepastian jumlah modal dan jumlah saham baru hasil pelaksanaan konversi Obligasi Wajib Konversi yang telah diterbitkan pada tahun 2021. Serta untuk melakukan segala tindakan yang diperlukan, termasuk menentukan waktu, cara dan jumlah peningkatan modal Perseroan.

Lalu, ada agenda persetujuan pemberian jaminan aset Perseroan dengan nilai lebih dari 50% kekayaan bersih Perseroan. Terakhir, penetapan beberapa Peraturan Menteri baru yang berlaku di perseroan.

Masalah penggantian pengurus perseroan, sebelumnya Komisaris PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Peter F Gontha menyatakan akan berhenti dari jabatannya. Hal itu diungkapkan Peter lewat unggahan Instagramnya.

Ketika dikonfirmasi detikcom, Peter mengaku mundur dari jabatan tersebut karena merasa komisaris tidak memiliki peran. Dia bahkan mengatakan, peran komisaris hampir tidak ada dalam pengambilan kebijakan.

"Komisaris tak berperan tak ada gunanya. Betul, hampir zero," ujarnya kepada detikcom lewat pesan singkat, Senin (9/8/2021).



Simak Video "Ada Dugaan 'Ketok Harga' Pengadaan Pesawat, DPR Minta Garuda Diaudit"
[Gambas:Video 20detik]
(hal/ang)