Sugiharto: Utang Garuda, Too Early To Say
Kamis, 30 Mar 2006 20:41 WIB
Jakarta -
Penyelesaian masalah utang PT Garuda Indonesia masih berjalan lambat. Hingga kini pemerintah juga belum memutuskan jalan keluar atas masalah tersebut."Sedang dikaji (alternatif penyelesaian). Too early to say," kata Menneg BUMN Sugiharto, di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (30/3/2006).Hal itu disampaikannya pada wartawan usai mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat menerima belasan pengusaha Inggris sore ini. Mereka adalah anggota rombongan kunjungan kerja dua hari PM Tony Blair ke Indonesia.Sugiharto memaparkan, pihaknya masih mengkaji berbagai pola penyelesaian masalah demikian yang diterapkan di negara lain. Sebab proses bisnisnya sangat berbeda dengan Indonesia, karena aturan hukum yang berbeda pula. Ini terkait dengan pola SPV sebagai salah satu alternatif penanganan. Yaitu menyerahkan sementara pengelolaan perusahaan penerbangan nasional yang dililit hutang US$ 800 juta tersebut ke perusahaan sejenis selama berlangsungnya proses restukturisasi.Sementara penyelesaiannya melalui mekanisme penyertaan modal pemerintah (PMP) tergantung pada hasil revisi atas UU 17/2003 tentang keuangan negara yang prosesnya di DPR-RI tengah bergulir."Kita berharap solusi itu nanti one for all gitu. Jadi tidak ada lagi pengulangan seperti ini. Kita bahas kembali (dengan DPR) secara detail Kamis depan. Namanya usaha kan ya," ujar Sugiharto.
(mar/)










































