Top! Telur Dalam Negeri 'Terbang' ke Myanmar dan Vietnam

Achmad Syauqi - detikFinance
Sabtu, 14 Agu 2021 16:30 WIB
Para pekerja yang menggantungkan hidup dari industri ternak ayam petelur melakukan aktifitas sehari-hari di dalam kandang di kawasan Blitar, Jatim.
Top! Telur Dalam Negeri 'Terbang' ke Myanmar dan Vietnam
Klaten -

Telur tetas (hatching egg) produksi perusahaan peternakan dalam negeri berhasil menembus pasar negara Myanmar dan Vietnam. Ekspor perdana ke Myanmar sebanyak 166.000 butir dilepas Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.

"Ke depan harapannya lanjut terus. Ini pertama kali kita bisa ekspor hatching egg," ungkap Menko Perekonomian Airlangga Hartarto usai melepas ekspor perdana telur tetas di PT Janu Putra, Klaten , Sabtu (14/8/2021) siang.

Airlangga mengatakan ekspor perdana itu harapannya berjalan terus ke negara lain. Sebab selama ini biasanya Indonesia yang mengimpor. "Untuk biasanya kita yang mengimpor parents stok (bibit indukan) dari berbagai negara. Maka kita apresiasi saat ini kita ekspor," lanjut Airlangga.

Ekspor perdana tersebut, dikatakan Airlangga, sesuatu yang jarang dan luar biasa. Apalagi dengan tujuan beberapa negara. "Ini sesuatu yang jarang, ekspor nya ke Vietnam dan Myanmar yang merupakan pesaing kita. Dan terus kita dorong," imbuh Airlangga.

Di tahap awal bulan Agustus, papar Airlangga, ada sebanyak 166.000 butir ke Myanmar. Dikirimkan bertahap dengan pengiriman pertama 66.000 butir.

"Pertama bulan Agustus 66.000 butir dan sisanya di bulan September. Itu yang ke Myanmar dan untuk ke Vietnam nanti di bulan November dan Desember," imbuh Airlangga.

Menurut komisaris utama PT Januputra Sejahtera, Singgih Januratmoko, perusahaannya sejak tahun lalu sudah mulai merintis dan membidik pasar mancanegara. Salah satu peluangnya adalah kebutuhan telur tetas (hatching egg) parent stock ayam broiler di Myanmar dan Vietnam.

"Sebagai perusahaan perunggasan yang bergerak di hulu atau pembibitan, ada peluang kebutuhan parent stock (PS) ayam broiler di kedua negara itu. Akhirnya kami mendapat pasar untuk mengirim secara reguler," jelas Singgih pada wartawan.