ADVERTISEMENT

Menarik! Daftar dan Sejarah BUMN yang Sudah Ada Sejak Zaman Penjajahan

Aulia Damayanti - detikFinance
Minggu, 15 Agu 2021 08:00 WIB
Logo baru Kementerian BUMN/Screenshot video
Foto: Logo baru Kementerian BUMN/Screenshot video
Jakarta -

Indonesia sebentar lagi memperingati hari ulang tahun kemerdekaan yang ke-76. Badan Usaha Milik Negara alias BUMN mewarnai perjalanan pembangunan Indonesia dari waktu ke waktu.

Nah, tahukah Anda, ada sejumlah BUMN yang bahkan sudah berdiri sebelum Indonesia merdeka. Berikut daftarnya:

PT Pos Indonesia

PT Pos Indonesia, sebenarnya kantor pos ini pertama kali didirikan di Batavia alias Jakarta di zaman dulu. Tepatnya berdiri pada pada tanggal 26 Agustus 1746 oleh Gubernur Jenderal G.W Baron van Imhoff.

Mengutip laman resmi posindonesia.co.id, tujuan adanya kantor pos itu, untuk lebih menjamin keamanan surat-surat penduduk, terutama bagi mereka yang berdagang dari kantor-kantor di luar Jawa dan bagi mereka yang datang dari dan pergi ke Belanda.

Sebelum menjadi perusahaan BUMN, Pos Indonesia dulunya berstatus Jawatan Post, Telegraph dan Telephone. Kemudian pada 27 September 1945 berganti nama menjadi Perusahaan Negara Pos dan Telekomunikasi (PN Postel). Pada 1965 berubah lagi menjadi Perusahaan Negara Pos dan Giro.

Tidak sampai di situ, pada 1978 namanya menjadi Perum Pos dan Giro. Setelah 17 tahun menjadi Perum, pada 1995 baru berubah nama menjadi PT Pos Indonesia yang kita kenal sekarang ini.

PT Pindad

PT Pindad berdiri sejak zaman kolonial Belanda tepatnya pada 1808. Namun kala itu bernama Constructie Winkel (CW) yang pusatnya di Surabaya. Pada zaman itu Pindad sebagai satu-satunya industri manufaktur pertahanan di Indonesia.

Pada tanggal 1 Januari 1851, CW diubah namanya menjadi Artillerie Constructie Winkel (ACW). Kemudian pada tahun 1961, dua bengkel persenjataan yang berada di Surabaya, ACW dan PW disatukan di bawah bendera ACW. PW itu produsen senjata bahan peledak yang dibangun Belanda pada 1850.

Sebagaimana dikutip dari laman resmi pindad.com, pada 1918-1920 pabrik pusat ACW dipindahkan ke Bandung. Kemudian pada tahun kemerdekaan tepatnya 9 Oktober 1945 Laskar Pemuda Pejuang berhasil merebut ACW dari tangan Jepang dan menamakannya Pabrik Senjata Kiaracondong.

Beberapa mengganti nama, hingga terakhir saat bernama Pabal AD, sekitar tahun 1962 diubah menjadi Perindustrian TNI Angkatan Darat (Pindad). Pada 1980 Pindad menjadi perusahaan berbentuk perseroan terbatas.

lanjut ke halaman berikutnya

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT