Terungkap! Elon Musk Tak Digaji, Kok Bisa Uangnya Tak Berseri?

Trio Hamdani - detikFinance
Senin, 16 Agu 2021 08:54 WIB
Elon Musk
Foto: Instagram @elonrmuskk
Jakarta -

CEO Tesla Elon Musk tidak mendapat upah pada tahun 2020 menurut pengajuan perusahaan. Meski demikian, Musk tetap nongkrong di jajaran orang paling kaya di dunia.

Lantas apa yang membuat dirinya kaya raya seakan memiliki uang yang tak berseri?

Ternyata Musk telah menerima opsi saham selama tahun itu yang sekarang bernilai US$ 22 miliar atau Rp 316,5 triliun (kurs Rp 14.388). Sebagai gambaran, jika Elon Musk menerima gaji, dia bisa memperoleh upah minimum California tahun 2019 mencapai US$ 23.760 (Rp 341.858.880).

"Namun, dia tidak pernah menerima gajinya," kata perusahaan dilansir detikcom dari CNN, Senin (16/8/2021).

"Mulai Mei 2019 atas permintaan Mr. Musk, kami menghilangkan sama sekali pendapatan dan akrual dari gaji pokok ini," demikian keterangan lebih lanjut.

Sebagai gantinya, perusahaan memberinya opsi saham yang nilainya hanya US$ 2,3 miliar.

Di bawah pengaturan kompensasi, Musk memenuhi syarat untuk opsi membeli hingga 101 juta saham yang disesuaikan dengan harga pelaksanaan masing-masing US$ 70,01. Itu didistribusikan dalam 12 tahapan yang sama dari 8,4 juta opsi.

Harga saham Tesla melonjak selama tahun 2020 sebesar 743%, menjadikannya sebagai saham di Amerika Serikat dengan kinerja terbaik dan sejauh ini produsen mobil paling berharga di planet ini.

Pencapaian finansial agak sulit dicapai, tetapi empat tahap saham Musk diberikan selama tahun 2020, memberinya hak untuk membeli 33,8 juta saham dengan harga pelaksanaan US$ 2,4 miliar. Pada penutupan hari Jumat, saham tersebut bernilai US$ 21,9 miliar.

Sejauh ini pada tahun 2021, perusahaan telah mencapai dua tonggak keuangan lagi sehingga membuat Musk memenuhi syarat untuk tambahan 16,9 juta opsi saham. Opsi-opsi itu akan bernilai US$ 10,9 miliar pada harga hari ini.

Seperti halnya sebagian besar eksekutif puncak yang mendapatkan opsi saham, Musk belum benar-benar menggunakan salah satunya. Biasanya opsi saham hanya dilakukan ketika akan kedaluwarsa, misalnya ketika seorang eksekutif meninggalkan perusahaan.

Pada 30 Juni, dia memiliki 170,5 juta saham secara langsung, dan memiliki opsi untuk membeli 73,5 juta saham lagi, memberinya kendali atas 23% saham perusahaan.

Tapi pada praktiknya, tidak mengambil gaji tunai mendorong Musk untuk meminjam secara substansial juga. Pengajuan Tesla Jumat mengatakan 88 juta saham Tesla Musk telah digadaikan sebagai jaminan untuk mengamankan utang pribadi tertentu.

Meskipun jumlah total pinjaman Musk tidak diketahui, 88 juta saham itu saat ini bernilai US$ 63 miliar (Rp 906,4 triliun). Jumlah saham yang dijaminkan berkurang 4 juta saham sejak pengungkapan perusahaan sebelumnya pada April.

Musk adalah salah satu orang terkaya di dunia berkat saham Tesla dan saham mayoritas di perusahaannya yang lain seperti SpaceX yang dimiliki secara pribadi di mana dia juga sebagai CEO.

Saham Tesla milik Musk bernilai US$ 171,3 miliar (Rp 2.464,6 triliun) dengan menghitung saham dan opsi setelah memperhitungkan harga pelaksanaannya.

Forbes menempatkan kekayaan bersih Musk sebesar US$ 186,7 miliar (Rp 2.686,2 triliun), tepat di belakang kekayaan bersih pendiri Amazon Jeff Bezos senilai US$ 190,7 miliar. Forbes menempatkan Bernard Arnault, CEO raksasa barang mewah Prancis LVMH di urutan teratas daftar orang terkaya dengan kekayaan bersih US$ 201,6 miliar.

(toy/eds)