Harga Tes PCR di RI Turun, Negara Lain Seperti Apa?

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Senin, 16 Agu 2021 09:34 WIB
Swab test PCR (Polymerase Chain Reaction) masih menjadi pilihan masyarakat untuk mengetahui status COVID-19.
Ilustrasi/Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Presiden Jokowi meminta harga tes PCR (polymerase chain reaction) di Indonesia turun hingga ke angka Rp 450.000. Harga tes PCR turun hingga setengah dari harga sebelumnya.

Di negara lain, harga tes PCR sendiri berbeda-beda. Tes PCR biasanya menjadi salah satu syarat perjalanan menggunakan pesawat.

Di berbagai bandara di sejumlah negara tarifnya berbeda-beda. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Skytrax, dikutip Senin (16/8/2021), terdapat perbedaan harga sebesar US$ 396 atau setara Rp 5,6 juta (kurs Rp 14.381) untuk tes PCR di bandara dengan harga tertinggi dan terendah.

Penelitian ini mencakup biaya yang dipublikasikan oleh 77 bandara di beberapa negara yang menyediakan layanan tes COVID-19 untuk penumpang. Termasuk bandara di Asia, Eropa, hingga Amerika Serikat (AS).

Bandara Mumbai di India memang menjadi bandara yang menawarkan tes COVID-19 terendah dari 77 bandara di seluruh dunia. Harga PCR di kisaran US$ 8 setara Rp 115 ribu dan antigen Rp 28 ribu. Kemudian di bandara Delhi, harga PCR seharga US$ 11 setara Rp 158 ribu.

Sedangkan yang tertinggi diduduki oleh Bandara Internasional Kansai di Jepang. Bandara ini memiliki harga tertinggi dengan biaya tes PCR COVID-19 di kisaran US$ 404 setara Rp 5,8 juta. Tingginya harga itu disebut karena faktor-faktor seperti infrastruktur, staf, dan biaya laboratorium yang tinggi.

Di Eropa, harga tes COVID-19 termurah berada di Bandara Riga dengan harga US$ 44 sedangkan tertinggi diduduki oleh bandara di Jerman mengenakan biaya sekitar US$ 80.

Selanjutnya, harga tes PCR di bandara d Inggris sebesar US$ 82-135. Sementara bandara di AS, harga PCR termurah berada di Bandara Ft Lauderdale sebesar US$ 106, hingga Bandara Internasional San Francisco dengan biaya tertinggi US$ 261.

Berbeda di Rusia, mereka menawarkan harga lebih rendah dengan hasil PCR lebih cepat dari negara lain. Contohnya, bandara di Rusia menawarkan harga PCR US$ 22-30, hasilnya dalam 12 jam.

Kemudian, Moscow Sheremetyevo menawarkan tes PCR ekspres seharga US$ 36 dengan hasil yang diberikan dalam waktu kurang dari 2 jam.

Sejumlah kecil bandara menawarkan tes antigen cepat, biayanya berkisar dari yang mahal US$ 214 di Bandara Helsinki Vantaa hingga yang termurah sebesar US$ 2 di Bandara Internasional Chhatrapati Shivaji Maharaj Mumbai.

Sedangkan di Indonesia sendiri, berdasarkan catatan detikcom, harga rapid antigen tertinggi sebesar Rp 250 ribu untuk Pulau Jawa dan Rp 275 untuk luar Jawa. Sementara untuk harga tes RT-PCR tertinggi sebesar Rp 900 ribu.

(eds/eds)