Cucu Usaha Pertamina Ini Turunkan Emisi Karbon hingga 3 Ribu Ton/Tahun

Jihaan Khoirunnisa - detikFinance
Selasa, 17 Agu 2021 09:23 WIB
PLTS Badak LNG
Foto: Pertamina
Jakarta -

PT Pertamina (Persero) melalui anak usaha Pertamina NRE (PNRE), PT Badak LNG berhasil menurunkan 3 ribu ton emisi karbon setiap tahun. Chief Executive Officer PNRE, Dannif Danusaputro mengatakan penurunan ini menjadi wujud komitmen perseroan terhadap ESG, khususnya terkait Environment (lingkungan) pada aspek penanganan perubahan iklim.

Dannif menjelaskan PLTS Badak LNG telah dipasang sejak tahun 2019 dan merupakan PLTS ground mounted dengan kapasitas total 4 MW yang dibangun di atas lahan seluas sekitar 4 hektare di area operasi PT Badak NGL. PLTS tersebut terintegrasi dengan kilang LNG Badak.

Di tahun 2020 PLTS tersebut memproduksi listrik sebesar hampir 5 GWh, dan hingga Juli tahun ini telah memproduksi 2,5 GWh. Menurutnya listrik tersebut tidak hanya digunakan untuk kebutuhan kilang, tapi juga perkantoran dan perumahan.

Dannif mengungkapkan pembangunan PLTS merupakan upaya transisi energi Pertamina. Ke depan pihaknya menargetkan pemasangan PLTS di internal Pertamina dapat mencapai 500 MW yang akan dilakukan secara bertahap.

Adapun pemasangan ini meliputi fasilitas proses inti seperti aset hulu, kilang, dan terminal BBM, serta fasilitas perkantoran dan pendukung lainnya. Pada fasilitas proses inti, PNRE akan melakukan pemasangan PLTS bekerja sama dengan mitra strategis.

"PNRE akan terus menggenjot upaya transisi energi. Upaya ini sejalan dengan Grand Strategi Energi Nasional. Area operasi Pertamina merupakan sasaran utama kami saat ini karena kebutuhan listrik di area Pertamina sendiri mencapai sekitar 1,5 GW yang mana sebagian besar masih berbasis bahan bakar fosil. Sedangkan potensi yang kami proyeksikan saat ini untuk dapat dikonversi ke PLTS sebesar 500 MW," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (17/8/2021).

Selain pada area operasi Pertamina, Dannif menyebut pihaknya tengah gencar memasang PLTS pada SPBU. Tahun lalu, lanjut dia, sebanyak 63 SPBU telah terpasang PLTS dan tahun ini diproyeksikan akan terpasang setidaknya di 200 SPBU di Pulau Jawa. Dalam jangka panjang PNRE menargetkan PLTS terpasang di 1000 SPBU.

Diketahui PLTS menjadi salah satu energi terbarukan yang sedang gencar digalakkan pemasangannya karena dinilai memiliki potensi besar. President Director & CEO PT Badak NGL, Gema Iriandus Pahalawan menjelaskan berdasarkan data Kementerian ESDM, potensi tenaga surya di Indonesia mencapai 208 GW.

Selain itu, menurutnya waktu instalasi relatif singkat dan biaya investasi tidak mahal. Kelebihan ini akan membantu mempercepat pencapaian target bauran energi serta penurunan emisi karbon sebesar 29 persen pada 2030. Selain penurunan emisi karbon yang dihasilkan, PLTS juga memberikan keuntungan ekonomis bagi penggunanya, yaitu penghematan biaya penggunaan listrik.

"PT Badak NGL turut mendukung program Pemerintah dalam penurunan emisi CO2 dengan semangat sinergi Pertamina Grup. Pemanfaatan energi listrik dari PLTS Badak LNG untuk operasional Kilang LNG Bontang, merupakan diversifikasi sumber energi bagi Perusahaan dan memberikan penghematan biaya operasi sekitar Rp 5 miliar per tahun yang secara tidak langsung dinikmati oleh para produsen gas," pungkasnya.

(ncm/ega)